Breaking News:

Berita Bangkalan

Raperda Pesantren Segera Dibahas DPRD Jatim, Fraksi PDIP Ingin Semangat Nasionalis-Religius Terjaga

Mahfud menjelaskan, selama ini keberadaan pesantren di Jatim kurang mendapat perhatian pemerintah

surya/ahmad faisol
Anggota Komisi C Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Mahfud (kanan) bersama Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron (kedua dari kanan) dan sejumlah kiai muda Bangkalan. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilihan Legislatif DPRD Jatim 2019 dimanfaatkan Fraksi PDIP di DPRD Jatim untuk mengawal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan pondok pesantren (ponpes) di Jatim.

Anggota Komisi C DPRD Jatim Dapil Madura, Mahfud mengungkapkan, Fraksi PDIP menugaskan untuk berperan aktif memberikan sumbangsih pemikiran dan perhatian khusus kepada dunia pesantren. Baik sarana dan prasarana bahkan proses belajar mengajar di lingkungan pesantrean

“Ini sejarah, PDIP di Jatim. Kami Fraksi PDIP sangat serius mengawal semangat Nasionalis-Religius melalui Pansus (Panitia Khusus) tentang Raperda Pengembangan Pondok Pesantren di Jatim,’ ungkap Mahfud ketika dihubungi SURYA, Jumat (19/2/2021).

Pembentukan Pansus Raperda tentang Pengembangan Pondok Pesantren di Jatim dibacakan dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim internal yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jatim, Achmad Iskandar di Gedung DPRD Jatim, Kamis (18/2/2021).

Dibentuknya pansus tersebut merupakan implementasi atas pelaksanaan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren yang menjadi landasan hukum afirmasi atas jaminan kesetaraan tingkat mutu lulusan, kemudahan akses bagi lulusan dan independensi penyelenggaraan pesantren.

“Pembentukan Pansus Raperda Pesantren itu merupakan semangat bersama lintas partai di Jatim. Sebagai payung hukum dalam mengatur tentang kebutuhan-kebutuhan pesantren di 38 kabupaten/kota di Jatim,” jelas politisi asal Bangkalan itu.

Mahfud menjelaskan, selama ini keberadaan pesantren di Jatim kurang mendapat perhatian pemerintah. Karena itu, pansus tersebut dinilai Mahfud sangat penting mengingat di Jatim tersebar sebanyak 4.720 pesantren.

“Pesantren adalah benteng pertama di Jatim. Peran pesantren sebagai garda terdepan dalam mencetak kader-kader penerus bangsa harus dimaksimalkan. Di sinilah letak semangat Nasionalis-Religius,” jelas Bendahara GP Ansor Kabupaten Bangkalan itu.

Menurutnya, spirit Nasionalis-Religius telah terpatri secara historis sejak kepemimpinan Presiden RI pertama, Soekarno yang selalu berdampingan dengan para ulama' dan santri. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan, Soekarno selalu menyempatkan sowan dan meminta masihat kepada Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari.

“Soekarno mengajarkan kita pentingnya membangun negara yang Nasionalis -Relegius. Sila pertama dalam Pancasila pun tentang Ketuhanan Yang Maha Esa,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved