Breaking News:

Piala Menpora 2021, Presiden Madura United Usulkan Tak Ada Klub Tuan Rumah Main di Kota Asal

Piala Menpora 2021 akan menjadi evaluasi dan jalan penentu turunnya izin Liga 1 2021 yang direncanakan bergulir pada bulan Mei-Juni 2021

Istimewa/Madura United
Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi. 

SURYA.CO.ID, MADURA - Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi (AQ) memberi usulan agar penyelenggaraan turnamen pramusim bertajuk Piala Menpora 2021 pada 20 Maret hingga 25 April 2021 mendatang berjalan sukses tanpa kehadiran suporter.

Pasalnya, meski kepolisian memberi izin pelaksanaan, seperti disampaikan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, gelaran ini harus berjalan tanpa penonton dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Gelaran ini, tambah Listyo, akan menjadi evaluasi dan jalan penentu turunnya izin Liga 1 2021 yang direncanakan bergulir pada bulan Mei-Juni 2021.

Usulan yang diberikan AQ adalah, tidak ada klub tuan rumah yang bermain di kota asal.

"Alhamdulillah izin bersyarat telah disetujui. Penyelenggaraan turnamen pramusim harus ketat dan tegas," tulis Achsanul Qosasi di akun Instagram pribadinya, Jumat (19/2/2021).

"Sebaiknya kota yang ditunjuk sebagai venue untuk pramusim, jangan ada klub tuan rumah yang main di kotanya. Toh semua venue tanpa penonton," tambahnya.

Dengan menerapkan metode seperti ini, AQ meyakini akan memperkecil peluang oknum suporter datang ke stadion untuk menyaksikan klub kebanggaannya.

Sebab, dalam selebaran ketentuan pembagian grup sementara Piala Menpora 2021 yang tersebar di media sosial dan diterima klub, PSSI menentukan empat kota venue dengan masing-masing kota terdapat tuan rumah klub asal.

Grup A bermain di Solo tuan rumah Bhayangkara Solo FC. Grup B bermain di Bandung, tuan rumah Persib Bandung. Grup C bermain di Sleman, tuan rumah PS Sleman. Grup D, main di Malang, tuan rumah Arema FC.

Jika dijalankan dengan format demikian, pria yang saat ini juga mengabdi di BKP itu khawatir gelombang datangnya suporter ke stadion terjadi.

"Karena jika pramusim gagal menghindari keramaian dan kerumunan, maka kompetisi resmi terancam gak diizinkan," jelasnya.

Di luar itu, pria asal Sumenep Madura tersebut berterima kasih pada pihak kepolisian yang akhirnya memberi izin setelah hampir setahun menangguhkan sementara kompetisi akibat pandemi Covid-19.

"Terima kasih Pak Kapolri dan institusi kepolisian RI," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved