Breaking News:

Berita Surabaya

Warga Apartemen East Coast Surabaya Protes ke Pengelola, Permohonan Penundaan Iuran Tidak Direspons

Puluhan warga apartemen East Coast Surabaya mewakili 190 warga lainnya yang menandatangani petisi permohonan penundaan pembayaran iuran

SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Warga Apartemen East Coast berkumpul di depan kantor pengelola apartemen untuk meminta kejelasan terkait permohonan penundaan pembayaran iuran. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Puluhan warga apartemen East Coast Surabaya berkumpul di depan kantor badan pengelola apartemen, Rabu (17/2/2021) malam.

Mereka berkumpul guna menanyakan kejelasan terkait permohonan penundaan pembayaran iuran warga selama terdampak pandemi Covid 19.

Setidaknya, puluhan warga tersebut bergerak mewakili 190 warga lainnya yang menandatangani petisi permohonan penundaan pembayaran iuran yang nilainya bervariasi antara 600 ribu hingga 1,5 juta rupiah per bulannya.

"Kami di sini ingin menanyakan terkait kejelasan surat permohonan yang kami kirimkan ke pihak pengelola melalui pengurus warga. Namun, sejak Juli 2020 tidak ada respon sama sekali terkait kejelasan permohonan kami," ujar Satrio, salah satu warga saat ditemui di lokasi, Rabu (17/2/2021).

Penundaan pembayaran itu diminta warga sebagai bentuk sulitnya perekonomian saat pandemi Covid 19.

"Kami bukan tidak mau membayar. Tetapi kami hanya minta penundaan saja. Untuk pembayaran itu memang dijadwal tiga bulan sekali. Nah ini kami minta untuk jadwalnya," imbuhnya.

Selain itu, warga juga menyoal terkait adanya isu penghuni yang menyewakan kamar apartemen untuk digunakan isolasi mandiri.

Hal itu juga disampaikan Satrio, karena tidak ada transparansi data dan informasi terkait sebaran-Covid 19 di apartemen.

"Satgasnya memang ada. Namun informasi dan data terkait sebaran virus Covid-19 itu tidak transparan. Minimal kami tahu apakah kamar samping dan depan kami itu aman. Karena memang sampah untuk warga isoman itu setahu saya juga dibedakan. Nah kalau untuk isu isolasi mandiri itu ada warga sendiri ataupun orang yang memang menyewa kamar untuk isoman," imbuhnya.

Selain Satrio, ada pula Dedy, warga penghuni apartemen yang menyoal terkait respon pengurus dan badan pengelola di apartemen terhadap desakan warga.

Halaman
12
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved