Breaking News:

Berita Nganjuk

Pencarian Korban Tanah Longsor di Ngetos Kabupaten Nganjuk, Enam Anjing Pelacak Ikut Diturunkan

Anjing pelacak tersebut diharapkan bisa mendeteksi keberadaan korban, guna mempercepat proses evakuasi.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/febrianto ramadani
Tim Basarnas mendata relawan untuk membantu pencarian korban yang masih tertimbun tanah longsor, Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/2/2021) pagi. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Sebanyak enam anjing pelacak akan dilibatkan dalam pencarian korban yang masih tertimbun tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/2/2021) pagi.

Anjing pelacak tersebut diharapkan bisa mendeteksi keberadaan korban, guna mempercepat proses evakuasi.

Selain anjing pelacak, tim penyelamat juga mengerahkan alat berat, yang kemudian diterjunkan sejumlah anggota penyelamat.

I Wayan Suyatna, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kantor Surabaya, mengucapkan turut berbelasungkawa, bagi korban yang masih tertimbun tanah longsor.

"Rencana kami hari ini, tim akan dibagi jadi 6, dengan 6 sektor. Ada empat ekskavator untuk dilakukan proses pembongkaran," ujarnya, usai apel pagi, Kantor Kecamatan Ngetos.

Baca juga: Nasi Mbendina Ala Grand Darmo Hotel Surabaya, Ada Pilihan Sambal Ijo dan Bawang

Baca juga: Datangi Lokasi Tanah Longsor di Ngetos Kabupaten Nganjuk, Ini Pesan Risma di Posko Bencana

Baca juga: Jadwal Terbaru MotoGP 2021: Sirkuit Losail Qatar 28 Maret, Fabio Quartararo Ingin Hadapi Marquez

I Wayan menjelaskan, operasi kali ini melibatkan sekitar 350 personil.

Dari jajaran, Polri, TNI, dan Relawan. Sebelum memulai evakuasi, lanjut I Wayan, terlebih dahulu dilakukan pemetaan.

Ini karena hujan deras yang mengguyur di wilayah tersebut, Selasa (16/2/2021) malam.

"Kami belum tahu kerusakan di lapangan seperti apa. Pemetaan melalui drone agar kami tahu seperti apa yang harus dilakukan," terang I Wayan.

"Kami akan membuat tanggul di atas. Supaya aliran hujan bergerak ke samping. Jadi tidak ke timbunan longsor. Setelah itu baru dilakukan pembongkaran bahan material bangunan," imbuhnya.

I Wayan berharap ada titik temu selama melakukan penyelamatan korban bencana alam. Semua korban bisa terevakuasi dengan cepat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved