Breaking News:

Berita Kediri

Kisah Perajin Wayang Kulit Asal Plosoklaten Kabupaten Kediri, Tetap dapat Pesanan saat Pandemi

Mbah Broto, warga Desa Panjer Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri mampu memproduksi ratusan wayang kulit untuk menghidupinya.

surya.co.id/farid mukarrom
Mbah Subroto perajin wayang kulit asal Desa Panjer Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri saat memperlihatkan wayang kulit buatannya, Rabu (17/2/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Mbah Subroto perajin wayang kulit yang berusia 78 tahun masih tampak sehat dan kuat tekuni profesi sebagai wayang kulit tradisional.

Dalam usia yang senja ini Mbah Broto, warga Desa Panjer Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri mampu memproduksi ratusan wayang kulit untuk menghidupinya.

Sekalipun saat ini sedang masa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan menurunnya omset jualan wayang kulit.

Hal ini tak pernah menyurutkan semangat Mbah Broto dalam menekuni usaha wayang kulit.

Mbah Subroto perajin wayang kulit asal Desa Panjer Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri saat membuat wayang kulit pesanan orang, Rabu (17/2/2021).
Mbah Subroto perajin wayang kulit asal Desa Panjer Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri saat membuat wayang kulit pesanan orang, Rabu (17/2/2021). (surya.co.id/farid mukarrom)

Sambil mendengarkan radio campur sari dan gamelan jawa Mbah Broto nampak asik usaha wayang kulitnya ini yang baru saja mendapatkan pesanan sejumlah 125 buah.

Dalam seminggu, ia mampu produksi satu wayang kulit dengan berbagai macam karakter, seperti Kudoro, Janako dan Gatot Koco.

Baca juga: Pencarian Korban Tanah Longsor di Ngetos Kabupaten Nganjuk, Enam Anjing Pelacak Ikut Diturunkan

Baca juga: Nasi Mbendina Ala Grand Darmo Hotel Surabaya, Ada Pilihan Sambal Ijo dan Bawang

Baca juga: Datangi Lokasi Tanah Longsor di Ngetos Kabupaten Nganjuk, Ini Pesan Risma di Posko Bencana

Kepada SURYA.CO.ID Mbah Broto mengatakan, ia sebelumnya adalah pemain tanggapan wayang.

Namun sambil jadi pemain wayang, ia juga jadi perajin wayang.

"Saya itu dulu jadi gender (penuntun suara), ikut wayangan dari Blitar dan sudah 30 tahun lebih," ungkapnya Rabu (17/2/2021).

Kemudian hal yang pertama dia lakukan adalah menatah kulit lembu yang ia dapat dari Blitar menggunakan alat besi.

Halaman
123
Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved