Breaking News:

Berita Surabaya

Mengaku Bisa Usir Roh Jahat, Perempuan di Surabaya Ini Malah Curi Hape dan Bawa Kabur Uang Korbannya

Berkedok paranormal, seorang perempuan di Surabaya menggasak sebuah handphone. Seperti ini modusnya

SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Fitriyah Bihina, saat di Mapolsek Asemrowo Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Berkedok paranormal, seorang perempuan ini menggasak sebuah handphone milik M (21) warga Tambak Pring Barat,  Kota Surabaya.

Pelakunya adalah Fitriyah Bihina (46) warga Putat Jaya Timur, Surabaya.

Saat beraksi Fitriyani tak sendirian, ia mengajak suami sirinya berinisial H (DPO) ke tempat kos korban.

"Awalnya tersangka mengaku memang berniat cari kos, saat menanyakan harga kos tiba-tiba RO (penghuni kos lainnya) datang bersama anaknya. Saat itu, RO menggendong anaknya yang sedang sakit," kata Kanit Reskrim Polsek Asemrowo Surabaya, Iptu Rizkika Atmadha, Selasa (16/2/2021).

Tersangka yang tahu ada kesempatan, langsung memainkan modusnya. Ia mengaku bisa menerawang dan melihat anak RO ini sakit karena diganggu roh halus.

Bak paranormal dadakan yang meyakinkan, membuat RO seketika percaya.

Tersangka langsung menawarkan untuk menghilangkan pengaruh gaib itu.

"RO mau dan akhirnya meminjam kamar korban M untuk penyembuhan, " ujarnya.

Saat masuk ke dalam kamar korban, tersangka melihat ada handphone tergeletak. Seketika, tersangka berniat mengambilnya.

"Tersangka tidak langsung mengambil handpone, tapi meminta pertimbangan H yang menunggu di depan kos. Suami siri tersangka ini memandu dan meminta tersangka Fitriyah langsung mematikan ponsel curiannya itu saat diambil," terang Iptu Rizkika Atmadh.

Untuk lebih meyakinkan, Fitriyah sempat berakting mengeluarkan roh halus dari anak RO. Kemudian ia pamit keluar dan menyerahkan ponsel ke suami sirinya itu.

Setelah ponsel berada di tangan tersangka H, ia kembali ke kamar dan membujuk RO untuk mau membeli paku emas agar penyembuhan sangat anak RO bisa segera dilakukan.

Kemudian, RO memberikan uang Rp 500 ribu ke tersangka dan pamit untuk membeli paku emas, namun tidak kunjung kembali.

"Korban M sempat melapor. Kami sempat mencari keberadaan tersangka namun akhirnya mendapat kabar jika korban berhasil menangkapnya, " tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved