Breaking News:

Berita Surabaya

Kuli Bangunan Asal Blitar Aniaya Majikannya di Kota Surabaya, Curi Sejumlah Barang Berharga Ini

Terdakwa Imam Khusairi, warga Blitar diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas kasus pencurian dan penganiayaan terhadap majikannya

Foto Istimewa
Foto ilustrasi sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya (kanan) dan terdakwa Imam saat jalani sidang secara daring di PN Surabaya, Selasa (16/2/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Terdakwa Imam Khusairi, warga Blitar diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas kasus pencurian dan penganiayaan terhadap majikannya sendiri Irene Margareta (57) warga Jalan Pandegiling, Kota Surabaya.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Riny NT, Selasa (16/2/2021), peristiwa ini bermula saat Imam bekerja sebagai kuli bangunan di rumah korban Irene pada 13 Oktober 2020 lalu.

Saat Irene mengecek rumahnya yang sedang direnovasi, tanpa ada perkataan apa pun terdakwa Imam memukuli korban menggunakan tangan kosong di bagian tengkuk Irene sebanyak dua kali.

Kemudian, korban pun terjatuh ke lantai dan berteriak minta tolong.

Karena panik, kuli bangunan ini langsung membungkam mulut korban menggunakan kain kerudung yang dikenakan korban.

Baca juga: Tanggal Pelantikan Sugiri-Lisdyarita Belum Ditentukan, Pemkab Ponorogo Tetap Siapkan Hal Ini

Baca juga: BPBD Kabupaten Kediri Bantu Penanganan Bencana Tanah Longsor di Ngetos Kabupaten Nganjuk

Baca juga: Polisi Bangkalan Kembali Bubarkan Gelaran Panggung Hiburan Dangdut di Resepsi Pernikahan

Karena masih berontak minta tolong. Dengan teganya pria ini memukul lagi Irene.

“Terdakwa mengancam akan membunuh saksi Irene Margereta jika berteriak, lalu terdakwa mengikat kaki dan tangan saksi Irene Margereta menggunakan sebuah handuk,” ujar Jaksa Riny, Selasa, (16/2/2021).

Melihat kondisi korban yang masih berontak, Imam memukuli lagi kepala Irene menggunakan ember kecil.

Sudah tak berdaya lagi, tubuh korban ditutupi menggunakan batu bata putih dan lemari kaca.

“Setelah itu terdakwa mengambil tas milik Irene yang didalamnya terdapat dua HP, charger Hp, flasdisk, buku tabungan, amplop berisi tiket pesawat, kartu ATM, dan uang tunai Rp 3 juta,” papar Riny.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved