Breaking News:

Berita Nganjuk

Jalur ke Lokasi Tanah Longsor di Nganjuk Disekat Untuk Mencegah Warga Berdatangan

Banyaknya warga yang datang ke lokasi musibah tanah longsor di Nganjuk, akibatnya menghambat proses penanganan.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Ahmad Amru Muiz
Sejumlah petugas melakukan penyekatan jalan dalam upaya mempermudah kegiatan penanganan bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Selasa (16/2/2021). 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Tim Posko tanggap darurat tanah longsor wilayah Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, melakukan penyekatan jalan menuju lokasi musibah.

Hal itu dilakukan untuk memperlancar operasi penanganan bencana tanah longsor yang dilakukan petugas dan relawan.

Ketua Posko Tanggap Darurat Tanah Longsor, Letkol Inf Georgius Luky Ariesta mengatakan, keputusan penyekatan jalur ke lokasi bencana dimaksudkan agar warga yang tidak berkepentingan agar tidak masuk dan itu berdasarkan hasil rapat evaluasi penanganan bencana longsor Selopuro.

"Jadi warga yang tidak berkepentingan diarahkan untuk putar kembali dan tidak mendekati lokasi bencana tanah longsor," kata Georgius Luky Ariesta, Selasa (16/2/2021).

Banyaknya warga yang datang ke lokasi musibah tanah longsor, dikatakan Georgius, telah menghambat penanganan bencana.

Terlebih, di sepanjang jalur evakuasi padat dengan kendaraan lalu lalang sehingga mobil ambulans untuk mengevakuasi jenazah korban yang berhasil ditemukan menjadi terhambat.

"Maka dari itu, mulai hari ini penyekatan jalan dilakukan agar jalur mobil evakuasi korban lancar. Demikian dengan kegiatan penanganan bencana longsor tidak terkendala," tandas Georgius Luky Ariesta.

Selain itu, menurut Georgius Luky Ariesta, hasil dari evaluasi penanganan bencana terkait pengelolaan bantuan dengan baik. Hal itu dimaksudkan agar bantuan tidak rusak, khususnya berupa bahan makanan.

"Saat ini, bantuan yang lebih dibutuhkan berupa lauk dan sayuran," ucap Georgius.

Hasil rapat evaluasi lain, tambah Georgius, seluruh personel penanganan bencana diminta tetap disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

"Hal ini mengingat ditemukan 14 orang pengungsi yang positif dari hasil rapid tes antigen dan sudah ditangani di Puskesmas Ngetos, " tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved