Breaking News:

Longsor di Nganjuk

Guna Maksimalkan Koordinasi Penanganan Bencana Longsor, Bupati Nganjuk Berkantor di Kecamatan Ngetos

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat memutuskan berkantor di Kantor Kecamatan Ngetos sejak hari Minggu (15/2/2021).

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad amru muiz
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mendampingi Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat mengunjungi warga terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat memutuskan berkantor di Kantor Kecamatan Ngetos sejak hari Minggu (14/2/2021).

Hal itu dilakukan dalam upaya mempermudah koordinasi dengan berbagai pihak terkait penanganan musibah bencana tanah longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.

"Kami ingin penanganan bencana tanah longsor ini dilakukan dengan baik tanpa kendala dan persoalan, makanya kami berkantor di Kantor Kecamatan Ngetos untuk memastikan kelancaran semuanya dalam penanganan musibah tanah longsor," kata Novi Rahman Hidhayat, Selasa (16/2/2021).

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, sekarang ini setidaknya ada 186 jiwa terdampak dari 54 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak musibah tanah longsor.

Mereka selain ditampung di tempat pengungsian Gedung SD Negeri Ngetos juga ada yang ditampung di rumah saudaranya.

Dimana para warga terdampak musibah bencana tanah longsor tersebut sangat membutuhkan bantuan.

"Untuk itulah, kami akan selalu pastikan warga yang terdampak tersebut mendapat bantuan dari kami berkantor di Kecamatan Ngetos ini," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Disamping itu, ungkap Novi Rahman Hidhayat, pihaknya juga akan menyiapkan langkah lanjutan dalam penanganan musibah bencana tanah longsor tersebut.

Yakni dengan menyiapkan tempat relokasi pemukiman bagi warga yang kehilangan rumah tinggal.

Dimana salah satu alternatif untuk relokasi rumah warga yakni ditempatkan di tanah milik Perhutani yang ada di Kecamatan Ngetos.

"Dan kami akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk keperluan tanah relokasi rumah warga terdampak bencana tanah longsor tersebut," tandas Novi Rahman Hidhayat.

Sedangkan untuk perkembangan penanganan musibah bencana tanah longsor, imbuh Novi Rahman Hidhayat, telah dikerahkan lima unit alat berat untuk mempercepat pencarian korban yang hilang.

Namun hanya empat alat berat yang dioperasionalkan di dua sektor titik longsor dan satu alat berat sebagai cadangan.

"Kami berharap semua warga yang hilang bisa segera ditemukan dalam operasi pencarian yang melibatkan sekitar 443 personil di lokasi tanah longsor," pungkas Bupati Novi Rahman Hidhayat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved