Regional
Bokong Bocah 3 Tahun Digigit Monyet, Diusir dan Dikejar Warga Pakai Batu Malah Menantang
Kedatangan monyet ekor panjang tak hanya mencuri buah-buahan di areal perumahan dan permukiman warga. Namun monyet itu justru bertindak beringas.
"Saya sempat mengejar monyet pakai batu, tapi dia malah menantang dan saya pun jadi takut," kata Sari.
Setelah kejadian itu, ia mengaku tidak berani lagi membuka pintu atau jendela pada siang hari. Biasanya dua orang anaknya bebas keluar masuk dan bermain di luar.
Pasalnya, kawanan monyet saat ini masih berada di semak belakang sekolah TasKim (Tunas Cendekia Muslim) 2 Pekanbaru, Yayasan Al Taslim, yang berjarak sekitar 15 meter dari rumah Sari.
"Mereka (monyet) di belakang sekolah TasKim itu sarangnya. Kalau sore itu main-main di atas gedung sekolah. Jadi sekarang kami tak berani duduk depan rumah. Pintu dan jendela selalu saya kunci," sebut Sari.
Ia berharap kepada dinas terkait segera melakukan penanganan untuk menangkap rombongan monyet tersebut.
"Saya harap secepatnya ditangkap, karena kami sudah dibuat resah monyet-monyet itu," pungkas Sari.
Sebagaimana diberitakan, sejak beberapa bulan terakhir, warga di Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau, dibuat resah dengan kedatangan kawanan monyet.
Seperti di wilayah RW 06, kawanan monyet menjarah buah-buahan di perumahan.
Ketika dilakukan pengusiran, monyet tersebut melawan dan hendak menyerang.
Bahkan, siswa sekolah TasKim 2 Pekanbaru sempat dilibur selama sepekan pekan lalu akibat gangguan monyet.
Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk menangkap monyet tersebut.
Warga dan pihak sekolah berharap kawanan monyet itu dapat segera ditangkap, karena sudah meresahkan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Balita 3 Tahun Digigit Monyet di Bokong, Ibu: Monyetnya Tidak Takut Saya Kejar Pakai Batu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/digigit-monyet.jpg)