Breaking News:

Pemprov Jatim

Soal Ganti Rugi Korban Longsor di Kabupaten Nganjuk, begini Penjelasan Gubernur Khofifah

Gubernur Khofifah menegaskan, para korban bencana longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk akan mendapat ganti rugi.

surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Senin (15/2/2021).  

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, para korban bencana longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk akan mendapatkan ganti rugi.

Namun ganti rugi tersebut menjadi kewenangan dan urusan dari Pemda Kabupaten Nganjuk dan Bupati. 

Sedangkan Pemprov Jatim memberikan santunan bagi para keluarga dan ahli waris para korban meninggal akibat longsor.

Hal itu ditegaskan Gubernur Khofifah usai meninjau lokasi longsor di Kabupaten Nganjuk, Senin (15/2/2021), siang. 

"Ganti rugi, itu urusan pak bupati. Kalau dari Pemprov Jatim, yang meninggal dunia kita berikan santunan kematian, per orang Rp 10 juta diberikan kepada keluarga dan ahli warisnya," tegas Khofifah. 

Santuan itu diserahkan langsung Gubernur Khofifah di posko penanganan bencana lonsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos.

Selain memberikan santunan, Gubernur Khofifah juga meminta agar seluruh keluarga yang mengalami luka-luka agar dirawat hingga sembuh. 

Di suasana duka akibat bencana, mereka yang kehilangan rumah, harta benda dan keluarga, akan diberikan perhatian. Ia menegaskan bahwa duka di Nganjuk adalag duka bagi Jawa Timur. 

"Yang mengungsi akan termasuk dalan yang ditangani bupati dan kami. Kemudian juga Tagana di sini sudah membikin dapur umum.

Kami ingin pastikan bahwa penanganan bagi mereka yang mengungsi tertangani dengan baik," tandas Khofifah. 

Selain memberikan santunan bagi keluarga yang meninggal, di Kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan makanan anak 200 paket, kasur 200 lembar, kids ware sebanyak 50 paket, makanan siap saji 120 paket dan selimut 50 lembar. 

Selain itu juga diserahkan 4 set APD, 1 Unit alat komunikasi, 120 paket lauk pauk dan 120 paket tambahan gizi. 

"Nah lahan ini kalau ada di lempengan seperti sekarang ini tentu kemungkinan terjadi kerentanan (longsor) lahan itu tinggi. 

Ini adalah lahan Perhutani, maka kita sedang koordinasikan dengan Bupati untuk bisa dikomunikaskan ke Pehutani agar dicarikan tempat yang lebih aman untuk warga tinggal berikutnya," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved