Breaking News:

Berita Pasuruan

Pusaka Dukung Kejari Kota Pasuruan Dalami Kasus Dugaan Pemotongan BOP Ponpes, Madin dan TPQ

Sudah ada ratusan penerima BOP yang diperiksa. Namun, ia tidak merinci jelas berapa penerima yang sudah diperiksa.

surya.co.id/galih lintartika
Direktur PUSAKA Lujeng Sudarto saat bertemu dengan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Wahyu Susanto, Senin (15/2/2021). 

"Sudah kami periksa semua. Kami mohon waktu, nanti kalau prosesnya sudah selesai, akan kami sampaikan ke publik," lanjut Wahyu.

Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan moril yang diberikan teman-teman NGO. Ia berjanji akan menuntaskan proses ini.

"Tidak etis kalau disampaikan sekarang. Kami belum tahu hasilnya akan seperti apa. Namun, ini sedang kami telusuri dugaan pemotongan BOP tersebut," papar dia.

Wahyu menyebut, munculnya surat perintah penyelidikan (sprindik) ini karena ada dugaan penyimpangan dalam realisasi penyaluran BOP tersebut.

Disinggung soal berapa besar dugaan pemotongan BOP yang terjadi di Kota Pasuruan, Wahyu pun mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci.

"Ini kami masih dalami. Yang jelas besaran BOP di masing-masing lembaga pendidikan baik itu Ponpes, Madin atau TPQ itu berbeda, " tambahnya.

Sekadar informasi, besaran BOP ini bervariasi. Untuk skala Ponpes besar, bantuannya Rp 50 juta. Ponpes sedang bantuannya Rp 40 juta, dan Ponpes kecil Rp 25 juta.

Di Kota Pasuruan, tidak ada aliran BOP untuk ponpes besar. Yang ada aliran BOP untuk Ponpes sedang sebanyak dua ponpes, dan 25 ponpes untuk kategori ponpes kecil.

Sedangkan madin dan TPQ, besaran BOP yang diterima adalah Rp 10 juta. Ada 300 TPQ dan Madin di Kota Pasuruan yang menerima BOP ini.

Sementara itu, anggaran BOP khusus yang disalurkan di Kota Pasuruan mencapai Rp 4 miliar.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved