Breaking News:

Berita Mojokerto

Gaji Naik 25 Persen, GTT/PTT di Kota Mojokerto Bisa Fokus Perbaiki Kualitas Pendidikan

Berdasarkan kebijakan Pemkot Mojokerto, kenaikan kompensasi untuk GTT/PTT di sekolah berbasis Negeri itu berkisar sampai 25 persen

surya/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan kenaikan gaji GTT/PTT di sekolah Negeri Kota Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di satuan lembaga pendidikan Kota Mojokerto, masih beruntung mendapat perhatian lebih di masa pandemi Covid-19 ini. Karena Pemkot Mojokerto akan menaikkan honor atau gaji GTT/PTT itu pada 2021.

Berdasarkan kebijakan Pemkot Mojokerto, kenaikan kompensasi untuk GTT/PTT di sekolah berbasis Negeri itu berkisar sampai 25 persen. Dengan kenaikan ini, maka gaji GTT/PTT dari sebelumnya Rp 1,5 juta pada 2019, akan menjadi Rp 1.750.000 per bulan.

Honor GTT/PTT ini naik signifikan jika dibandingkan gaji Rp 700.000 per bulan pada 2018 lalu.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berkepanjangan berdampak signifikan pada seluruh sektor kehidupa, termasuk ekonomi dan pendidikan.

"Karena itu pemkot akan memberi kenaikan honorium GTT/PTT tahun ini menjadi Rp 1.750.000," ungkap Ning Ita nya usai pengukuhuan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Mojokerto di pendopo Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk, Minggu (14/2/2021).

Ning Ita menuturkan, setidaknya ada 435 GTT/PTT di sekolah berbasis negeri di Kota Mojokerto mulai tingkat PAUD, TK, SD dan SMPN, yang akan menerima kenaikkan gaji pokok Rp 1.750.000, per Januari 2021.

"Ratusan GTT/PTT di sekolah negeri memperoleh kenaikan gaji, juga dana BOS sekitar Rp 300.000 hingga Rp 500.000 setiap orang per bulan," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan riwayat honorium GTT/PTT dari nominal Rp 700.000 pada 2018 yang naik hingga Rp 1 juta.

Nantinya GTT/ PTT akan memperoleh honorium dari Pemkot Mojokerto dan mereka di satuan lembaga pendidikan berbasis swasta akan mendapat dana BOS.

"Sehingga GTT/ PTT di sekolah swasta juga mendapat tambahan dari dana BOS mulai dari Rp 300.000 sampai Rp 500.000, dan yayasan (pendidikan, Red) harus memberikan tambahan rata-rata Rp 1 juta per orang GTT/ PTT," terangnya.

Menurut Ning Ita, pihaknya berupaya meningkatkan kesejahteraan GTT/ PTT di sekolah-sekolah Kota Mojokerto. Sebab jika kesejahteraan GTT/ PTT terwujud maka otomatis dapat mendorong percepatan pembangunan kualitas di sektor pendidikan.

"Kalau gaji naik maka kesejahteraan para GTT/PTT akan terangkat dan tidak terganggu memikirkan kebutuhan saat pandemi. Sehingga mereka bisa bekerja dengan tenang dan berkonsentrasi pada perbaikan (kualitas) pendidikan," tandasnya. ****

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved