Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Satgas Covid-19 Jatim Imbau Tak Ada Perayaan Hari Valentine yang Picu Kerumunan

Momen perayaan Hari Valentine yang jatuh pada besok, Minggu (14/2/2021), diharapkan Satgas Covid-19 Jawa Timur tidak dirayakan berlebihan.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril Al Faraby. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Momen perayaan Hari Valentine yang jatuh pada besok, Minggu (14/2/2021), diharapkan Satgas Covid-19 Jawa Timur tidak dirayakan berlebihan .

Terlebih jika perayaan Hari Valentine dilakukan dan memicu terjadinya kerumunan. Jika ingin merayakan hari kasih sayang bersama keluarga ataupun orang tersayang, diharapkan dilakukan di ruang terbuka dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril Al Faraby, Sabtu (13/2/2021).

Ia menganjurkan, para muda mudi maupun keluarga yang ingin merayakan valentine dengan ramai-ramai lebih baik ditunda setelah pandemi selesai.

"Yang terbaik merayakan hari kasih sayang di rumah saja. Kalau memang harus ada pertemuan, maka diusahakan sebaiknya di ruang outdoor dan di ruang terbuka," kata Jibril.

"Penggunaan masker, protokol kesehatan tidak boleh dilupakan," imbuhnya.

Menurut Jibril, Pemprov Jatim maupun Satgas Covid-19 Jatim memang tidak mengeluarkan SE maupun larangan secara tertulis. Namun, ia mengajak masyarakat saling memahami bahwa saat ini pandemi covid-19 sedang berlangsung dan belum berakhir.

"Apalagi saat ini hari Valentine bertepatan dengan libur panjang Imlek. Dan pengalaman ke belakang setiap selesai libur panjang selalu ada peningkatan kasus yang signifikan, maka kita tidak ingin hal serupa terjadi dan diharapkan masyarakat memahami," tegasnya.

Tidak hanya itu, saat ini di seluruh kabupaten kota di Jatim juga tengah diterapkan PPKM berskala mikro. Yang diharapkan akan menjadi sarana yang signifikan untuk menekan laju pertambahan kasus covid-19.

Lebih lanjut ia mengatakan, Gubernur tidak menyebarkan SE ataupun Larangan.

Terakhir, larangan bepergian telah diterbitkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Yang isinya melarang para ASN bepergian ke luar kota selama liburan Imlek. Dan warga Jatim telah diimbau untuk tetap di rumah kecuali ada kegiatan yang sangat mendesak.

"Libur panjang menimbulkan potensi terjadinya lonjakan kasus. Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah kecuali urusan urusan yang sangat penting," tegas Gubernur Khofifah, Kamis (11/2/2021) lalu.

Namun, bagi yang merayakan Imlek, Gubernur Khofifah tetap memberikan izin untuk tetap melakukan ibadah maupun perayaan. Tapi pelaksanaannya harus dilakukan dengan cara menjaga jarak, tertib protokol kesehatan dan dilakukan dengan cara yang sesederhana mungkin.

"Pesan saya lakukan dengan sederhana mungkin artinya waktunya tidak terlalu lama. Kemudian yang juga maksimal 50 persen dari kapasitas di mana mungkin mereka melakukan peribadatan," tambahnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved