Breaking News:

Berita Bondowoso

Cerita Tim Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Kabupaten Bondowoso, Tetap Tegar saat Dicemooh

Alih-alih kecewa mendengar cemoohan yang dilontarkan warga, ia bersama tim justru saling menguatkan dan terus berlapang dada.

Foto Istimewa
Petugas tengah melakukan proses pemakaman jenazah M (41) warga Desa Kajar, Tenggarang, Bondowoso secara protokol Covid-19 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Tim pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Bondowoso beberapa kali menelan pil pahit saat bertugas, namun, mereka tetap tegar menjalankan tugas kemanusiaan yang diemban.

Koordinator Koordinator Tim Pemakaman Jenazah pasien Covid-19 BPBD Bondowoso, Purwadi mengatakan terkadang ia bersama rekan setimnya mendapat hadiah cemoohan warga kala bertugas.

Alih-alih kecewa mendengar cemoohan dan makian yang dilontarkan warga, ia bersama tim justru saling menguatkan dan terus berlapang dada.

"Sejumlah warga beranggapan bila kami hanya mencari uang atau keuntungan saja dalam bekerja. Ada pula yang mengumpat dengan kata-kata kotor dan menghina kami. Kedatangan kami dipandang negatif," katanya kepada SURYA.co.id, Jumat (12/2/2021).

Pembangunan Mal Pelayanan Publik di Kota Malang Ditargetkan Selesai Agustus 2021

Hari Ini 1 Rajab 1442 H: Boleh Puasa Meski Tidak Sahur, Syarat Baca Niat Puasa Rajab Sebelum Dzuhur

Pemkot Surabaya Keluarkan Surat Edaran Khusus, Larang Perayaan Valentine saat Pandemi Covid-19

Kendati begitu, tidak ada keinginan dalam benaknya untuk berhenti bekerja menjadi petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19. Ia bertekad bulat terus mengabdi sepenuh hati.

Menjadi petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 bukanlah perkara mudah. Mereka bekerja tak terbatas waktu. Kapanpun harus siap sedia.

Tak jarang mereka memakamkan pasien Covid-19 tengah malam, bahkan pukul 02.00 WIB.

Anak dan istri mereka tinggalkan demi tugas mulia ini.

Belum lagi, mereka bekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tebal dan panas, tak pelak keringat deras bercucuran.

"Cemoohan warga seperti sudah jadi makanan sehari-hari. Kami telah terbiasa. Kami tetap jadi petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19, karena sudah panggilan hati," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved