Breaking News:

Berita Kampus

Mahasiswa Manajemen Unesa Gelar Workshop KKN-MBKM untuk Sukseskan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendukung penuh kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan pemerintah.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
Seorang mahasiswi manajemen melakukan KKN dengan mengedukasi anak-anak tentang cara mencuci tangan menggunakan sabun, Kamis (11/2/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendukung penuh kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan pemerintah.

Satu diantara aksinya nyata ialah dengan melaksanakan program KKN-MBKM bertema Studi Kelayakan Bisnis untuk mahasiswa S-1 jurusan Manajemen Unesa angkatan 2018, Kamis (11/2/2021).

Workshop tersebut dihadiri Dr Agus Hariyanto M Kes selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Anang Kistyanto S Sos M Si selaku dekan Fakultas Ekonomi dan Dr Ulil Hartono S E M Si selaku Ketua Jurusan S-1 Manajemen. 

Selain itu, juga dihadiri para dosen dan mahasiswa yang mengambil mata kuliah KKN-MBKM.

“Dengan acara ini kami beri pembekalan KKN-MBKM untuk para mahasiswa sebelum mereka terjun ke lapangan,” terang Ulil Hartono kepada SURYA.co.id, Kamis (11/2/2021).

Semua mata kuliah yang diprogramkan mahasiswa S-1 Manajemen angkatan 2018 diintegrasikan ke dalam KKN-MBKM (kecuali mata kuliah praktik komputer). Dengan jumlah 20 SKS termasuk mata kuliah KKN.

Sementara untuk konsentrasi pemasaran, jurusan Manajemen mengintegrasikan mata kuliah Praktik Komunikasi Bisnis, Manajemen Risiko, Studi Kelayakan Bisnis, Perilaku Konsumen, Komunikasi Pemasaran, dan mata kuliah Pemasaran Jasa ke dalam program KKN-MBKM.

Sedangkan untuk konsentrasi Keuangan, mata kuliah yang diintegrasikan ke dalam KKN MBKM yakni, Praktik Komunikasi Bisnis, Manajemen Risiko, Studi Kelayakan Bisnis, Manajemen Keuangan Lanjutan, Analisa Laporan Keuangan, dan mata kuliah Lembaga Keuangan dan Pasar Modal.

Pada konsentrasi SDM mengintegrasikan mata kuliah Praktik Komunikasi Bisnis, Manajemen Risiko, Studi Kelayakan Bisnis, Perencanaan SDM, Manajemen Pelatihan, dan mata kuliah MSDM Global ke dalam program KKN tersebut.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diberi wewenang untuk menentukan sendiri lokasi KKN yang ada unit usaha milik desa atau kelompok seperti Bumdes, dan Usaha Kelompok Tani. 

Jumlah mahasiswa untuk satu lokasi terdiri dari sembilan orang, masing-masing tiga mahasiswa dari tiga konsentrasi.

Workshop sebagai pengganti perkuliahan ini tidak hanya dilakukan sekali, namun berkali-kali hingga 20 Februari 2021.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved