Breaking News:

Berita Bondowoso

Kisah Pilu Nenek Satriya di Bondowoso, Hidup Sebatang Kara di Rumah Reyot, Tak Pernah Dapat Bantuan

Nasib pilu dialami nenek Satriya, warga Dusun Jeruk RT 24 RW 08 Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso.

surya.co.id/danendra kusumawardana
Nenek Satriya (83) tengah beristirahat seusai merapikan barang bekas yang ia pungut, Rabu (10/2/2021). 

SURYA.co.id | BONDOWOSO - Nasib pilu dialami nenek Satriya, warga Dusun Jeruk RT 24 RW 08 Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso.

Selama beberapa tahun, ia tak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah.

Padahal, hidup nenek Satriya serba kekurangan.

Ia tinggal di rumah semipermanen berukuran sekitar 5x4 meter.

Rumah yang ia tempati tampak sudah tak layak huni, gentingnya banyak yang bocor, bahkan bisa dibilang rawan roboh.

Tak hanya itu, perempuan berusia 83 tahun ini hidup sebatang kara.

Anak-anaknya telah berkeluarga dan hidup mandiri.

Sedangkan suaminya telah meninggal dunia.

Untuk menyambung hidup, nenek Satriya bekerja sebagai pemulung.

Meski untuk berjalan saja butuh bantuan tongkat, Satriya tak patah semangat mengais rezeki di antara tumpukan sampah dari pagi sampai siang.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved