Berita Lamongan

Dua Periode Pimpin Lamongan, Fadeli Banyak Berinovasi di Bidang Pendidikan hingga Aplikasi Modern

Menjabat sebagai Bupati Lamongan selama dua periode, Fadeli telah melakukan berbagai program dan inovasi di bidang pendidikan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Bupati Lamongan, Fadeli bersama para siswa saat dalam program Gerakan Lamongan Menghafal (GLM). Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Menjabat sebagai Bupati Lamongan selama dua periode, yakni tahun 2010-2016 dan 2016-2021, Fadeli telah melakukan berbagai program dan inovasi di bidang pendidikan.

Fadeli menjadikan sekolah sebagai ujung tombak untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan anti korupsi.

Melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Fadeli menyisipkan pendidikan anti korupsi di tingkat PAUD, SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan.

Menurutnya, sisipan pendidikan anti korupsi akan mengajarkan anak-anak belajar anti korupsi sejak dini dan akan berperan besar untuk membentuk karakter anak ke depan.

Pada mata pelajaran anti korupsi tersebut dimasukkan sembilan nilai-nilai anti korupsi yakni kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, keberanian dan keadilan.

Bupati Fadeli juga menelurkan Program Gerakan Lamongan Menghafal (GLM), untuk membumikan dan melestarikan Alquran di Kabupaten Lamongan.

Melalui Peraturan Bupati Lamongan Nomor 5 Tahun 2013 tentang Baca Alquran Bagi Peserta Didik di Kabupaten Lamongan. Pelajar diwajibkan menghafalkan Alquran beserta maknanya.

Program tersebut telah mampu mewisuda setidaknya 13 ribu santri yang berasal dari 251 klub tahfidz pada prosesi GLM Alquran pertama di Mei 2015, selanjutnya 955 Tahfidz Quran di September 2018 dan 3.561 di Oktober 2019.

Pada Tahun 2019, lagi-lagi Fadeli meluncurkan inovasi di bidang pendidikan, yakni Aplikasi Jari Pintar.

Jari Pintar adalah hasil dari inovasi Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Aplikasi ini menurutnya akan memberikan kemudahan akses dan informasi pelayanan seputar pendidikan yang berada pada naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Dengan aplikasi ini, berkas kertas dan dokumen yang menggunung akan terkurangi 50 sampai dengan 70 persen.

Tak berhenti sampai di situ, di masa pandemi seperti ini, Fadeli melalui Dinas Pendidikan melakukan berbagai inovasi yakni bekerja sama dengan pihak ketiga penyedia aplikasi Jagoapa meluncurkan Gerakan Jago Sinau.

Jago sinau adalah gerakan belajar online bagi para pelajar di Lamongan melalui aplikasi Jagoapa yang memungkinkan mereka belajar kapan saja dan di mana saja. Materi pembelajarannya pun sudah disesuaikan dengan kurikulum dan konteks pendidikan di Lamongan. Pengisi materinya pun 100% guru-guru terpilih tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Lamongan.

Selama dua periode menjabat sebagai Bupati, melalui Dinas Pendidikan sebanyak Rp 38,24 miliar APBD digelontorkan untuk membantu biaya pendidikan 3.589 mahasiswa baik di PTS maupun PTN.

Tak hanya untuk mahasiswa, beasiswa juga diberikan kepada pelajar kurang mampu dan berprestasi.

Dana bantuan keluarga tidak mampu untuk jenjang SD/SMP (BKSM) tahun 2015 sampai dengan 2020 mencapai Rp 11,88 miliar. Sedangkan dana bantuan beasiswa prestasi jenjang SD dari tahun 2010 sampai dengan 2020 mencapai Rp 1,12 miliar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved