Breaking News:

Berita Malang Raya

Puluhan Kendaraan yang Terjaring Balapan Liar Masih Menumpuk di Polresta Malang Kota

Di halaman belakang Mapolresta Malang Kota masih terlihat berjajar puluhan kendaraan balapan liar.

surya.co.id/farid mukarrom
Foto Ilustrasi kendaraan yang dipakai balap liar disita polisi 

SURYA.CO.ID, MALANG - Hingga saat ini, di halaman belakang Mapolresta Malang Kota masih terlihat berjajar puluhan kendaraan balapan liar.

Tidak hanya kendaraan roda dua, melainkan juga kendaraan roda empat.

Dan puluhan kendaraan balapan liar itu, hingga sekarang belum diambil sama sekali oleh pemiliknya.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution mengatakan bahwa para pemilik kendaraan belum mengambil kendaraannya yang terjaring saat operasi balap liar, karena sedang menunggu sidang.

"Jadi mereka masih menunggu tanggal sidangnya. Nanti setelah sidang, baru mereka membayarkan denda tilang," ujarnya, Rabu (10/2/2021).

Namun ia menegaskan bukan berarti membayar denda tilang, mereka bisa mengambil kendaraan begitu saja.

"Mereka baru bisa mengambil, setelah menstandarkan kembali kondisi kendaraan sesuai spek pabrikan. Ini dilakukan sebagai upaya agar mereka jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya itu," terangnya.

Karena ia menerangkan, saat terjaring razia operasi balap liar, kendaraan roda empat maupun roda dua tersebut tidak sesuai dengan standar kendaraan laik jalan.

"Kendaraan tidak ada plat nomornya tidak menggunakan knalpot standar, dan lampunya juga tidak standar. Dan hal itu harus distandarkan kembali," tambahnya.

Terkait jumlah kendaraan hasil razia operasi balapan liar yang masih terparkir di Mapolresta Malang Kota, saat ini jumlahnya mencapai puluhan.

"Cukup banyak jumlahnya, baik roda empat maupun roda dua. Untuk jumlah roda empat sebanyak 20 kendaraan, sedangkan roda dua sejumlah 30 kendaraan," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Ramadhan Nasution menambahkan, bahwa pihaknya terus berkomitmen memberantas kegiatan balapan liar.

"Karena kami banyak menerima keluhan dari masyarakat, yang terganggu dengan aksi dan suara dari kendaraan balapan liar. Dan kami juga mengimbau kepada masyarakat khususnya kalangan anak muda, untuk jangan mengikuti balapan liar. Karena kegiatan balapan liar tidak ada gunanya, selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan pengguna jalan yang lain," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved