Breaking News:

Berita Sidoarjo

ITG Diduga Developer Bodong, Proses Pembangunan Mangkrak dan Refund yang Ruwet

Indo Tata Graha (ITG) Diduga Developer Bodong, Proses Pembangunan Mangkrak dan Refund yang Ruwet

IST
CEO Indo Tata Graha (ITG) Dadang Hidayat. 

SURYA.co.id, SIDOARJO - Developer Indo Tata Graha (ITG), yang berkantor di Perum Deltasari, Sidoarjo, diduga sebagai developer abal-abal alias bodong karena mengecewakan banyak customer. Dugaan ini muncul setelah banyak customer kecewa terkait mangkraknya proses pembangunan rumah di sejumlah titik di Sidoarjo.

Para customer kecewa lantaran proses pembangunan mangkrak, bahkan ada lokasi yang masih berupa lahan persawahan, belum digarap. Padahal customer sudah membayarkan sejumlah uang, ada yang sampai ratusan juta, dan berdasarkan Akad Jual Beli Rumah serah terima unit dalam tempo dua sampai tiga tahun ke depan. Namun, setelah jatuh tempo, rumah belum jadi, lokasi sebagian besar masih berupa lahan kosong.

Seorang customer asal Surabaya, bernama Abdul, mengaku geram dengan ITG yang tak kunjung merealisasikan pembangunan rumah. Abdul yang memesan unit rumah di Bumi Madinah Asri Sidoarjo, mengaku sudah membayar hingga puluhan juta. Kegeraman ini membuat Abdul melakukan pembatalan pembelian unit rumah dan meminta uang dikembalikan (refund).

Namun, proses refund ini, menurut Abdul, sangat ruwet. Staf ITG terkesan menghindar dan tak kunjung mengembalikan uang refund meski sudah jatuh tempo. Beruntung Abdul mengambil langkah tepat dengan cara melapor ke Real Estate Indonesia (REI).

“Saya minta tolong ke REI buat memberi somasi kepada ITG. Alhamdulillah, kemudian uang itu (refund) cair, meskipun sudah telat banget (dari jatuh tempo),” kata Abdul, Rabu (10/2/2021).

Customer lain yang minta identitasnya dirahasiakan, juga mengalami nasib seperti yang terjadi pada Abdul. Customer ini kesulitan menagih uang refund. Ia mengaku diping-pong oleh staf-staf ITG. Semula ia dijanjikan uang refund akan dicairkan pada Oktober 2020, tapi ITG mengingkari janjinya. Kemudian, singkat kata, dibuatlah perjanjian antara customer bersangkutan dengan ITG bahwa refund akan dibayarkan dengan cara angsuran 10 kali dalam waktu 10 bulan. Surat ini dibuat 26 November 2020 ditanda-tangani CEO ITG Dadang Hidayat a.n Puguh A dan Direktur Keuangan bernama Totok. Tapi pada Februari 2021, ITG kembali mengingkari janjinya.

“Saya ambil unit rumah di Graha Permata Juanda, saya refund, karena pembangunan tidak jelas. Tapi saat refund, prosesnya ruwet,” kata customer yang enggan namanya disebutkan itu.

“Bahkan saya sempat menghubungi Dadang (CEO ITG), ia menyarankan saya menghubungi pegawai refund, tapi pegawai refund yang bernama Puguh tidak memberi respon,” lanjutnya.

CEO Indo Tata Graha, Dadang Hidayat, saat dikonfirmasi tentang pengabaian hak-hak customer serta pelunasan uang refund, ia menjawabnya dengan pernyataan normatif. Dadang mengaku sedang berusaha untuk menyelesaikan semua kewajiban. Dadang mengatakan, tidak ada maksud untuk menipu atau merugikan customer ITG.

“Mohon doanya. Kami sedang ikhtiar maksimal untuk menyelesaikan semua kewajiban. Monggo kontak tim refund ya, karena pengembalian dana refund mereka yang ngatur,” kata Dadang Hidayat.

Sementara itu, dari penelusuran di media sosial ITG, ternyata akun ITG banyak dihujat oleh customer yang kecewa perihal pembangunan yang mangkrak dan pelunasan refund yang selalu ingkar janji. Mereka menumpahkan amarah dengan komen-komen kritis di kolom komentar akun media sosial ITG atau akun media sosial Dadang Hidayat. Namun, belakangan, baik ITG maupun Dadang Hidayat menutup kolom komentar di media sosial Instagram.

Editor: Eko Darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved