Breaking News:

Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan Sekitar Rp 43 Triliun, Besok Buruh Demo Besar-besaran

Ada dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan yang berpotensi sekitar Rp 43 triliun membuat kaum buruh beralasan akan menggelar aksi besar-besaran, besok.

Dok BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan. Presiden KSPI, Said Iqbal berencana menggelar demo besar-besaran merespons dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan sekitar Rp 43 triliun. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Ada dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan yang berpotensi sekitar Rp 43 triliun membuat kaum buruh beralasan akan menggelar aksi besar-besaran, besok Kamis (11/2/2021).

Dugaan korupsi itu terkait salah kelola investasi di saham dan reksadana BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal.

Sebelum menggelar aksi besar-besaran terkiat dugaan korupsi tersebut, Said Iqbal mengklaim sudah menyurati Presiden Joko Widodo.

Bahkan, Said Iqbal juga menyurati DPR untuk membentuk panitai khusus (pansus) menangani kasus dugaan korupsi itu.

"Aksi besar-besaran dalam waktu dekat akan dilakukan.

Walaupun pandemi corona, kami akan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan.

Tapi, anggota KSPI yaitu Serikat Pekerja Nasional mungkin besok akan menggelar aksi," kata Said dalam Konferensi Pers KSPI, Rabu (10/2/2021).

Ketua KSPI Said Iqbal saat diwawancarai awak media
Ketua KSPI Said Iqbal saat diwawancarai awak media (TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA)

Said melanjutkan, aksi tersebut akan digelar di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta.

Ia menegaskan, demonstrasi akan menggunakan protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved