Breaking News:

Aturan Lengkap PPKM Mikro Berlaku Mulai Besok 9 Februari 2021, Ini Penerapannya di Surabaya

PPKM Jawa Bali sudah berakhir hari ini, 8 Februari 2021. Kini ganti PPKM Mikro yang diterapkan, mulai 9 Februari 2021. aturan PPKM Mikro di Surabaya

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id
Ilustrasi - PPKM Mikro Berlaku Mulai Besok 9 Februari 2021, Ini Aturan Lengkap dan Penerapannya di Surabaya 

Pada PPKM mikro, pekerja yang boleh bekerja di kantor (work from office) dibatasi 50 persen dengan protokol kesehatan ketat, sementara sisanya bekerja dari rumah (work frome home).

Kemudian, kapasitas makan di restoran atau dine in dibatasi maksimal 50 persen. Tempat makan pun hanya boleh buka hingga pukul 21.00.

Lalu, kapasitas rumah ibadah dibatasi maksimal 50 persen. Sedangkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan.

"Kegiatan di fasilitas umum atau fasilitas sosial budaya yang bisa menimbulkan kerumunan dihentikan semrntara," terang Safrizal dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang ditayangkan YouTube Pusdalops BNPB, Minggu (7/2/2021).

4. Instruksi Mendagri

Untuk melaksanakan PPKM skala mikro ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM berbasis mikro dan pembentukan posko penanganam Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan dalam rangka pengendalian Covid-19.

"Kami ingin menyampaikan tentang Inmendagri Nomor 3, tadi malam sudah dikeluarkan jam 12 malam kurang 2 menit, jadi masih hari Sabtu," kata Safrizal.

Safrizal mengatakan, selama dua periode PPKM, penularan Covid-19 belum berhasil diturunkan sehingga perlu dilakukan pembatasan dengan skala yang lebih kecil.

Nantinya, semua kelurahan/desa dalam suatu kabupaten/kota yang memberlakukan PPKM mikro wajib menerapkan pembatasan yang ditetapkan pemerintah.

"Misalnya Kota Depok, maka seluruh kelurahan di Kota Depok seluruhnya dilakukan PPKM mikro," ujarnya.

Safrizal menyebut, Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 juga mengatur pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan.

Sebagaimana bunyi aturan tersebut, segala kebutuhan desa terkait hal ini akan dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja desa. Sementara, kebutuhan tingkat kelurahan ditanggung APBD kabupaten/kota.

Oleh karenanya, Safrizal meminta agar desa/kelurahan segera membentuk posko atau mengaktifkan kembali posko yang sebelumnya sudah pernah dibentuk.

"Sebagai tindak lanjut Instruksi Mendagri hari ini atau besok Pak Gubernur akan pastikan ini smpai tingkat bawah, menetapkan kabupaten/kota yamg akan menerapkan PPKM mikro," kata Safrizal.

"Senin besok kami akan ketahui laporan gubernur berapa kabupaten/ kota yang akan ditetapkan PPKM mikro di wilayahnya," tuturnya.

Penerapan PPKM Mikro di Surabaya.

Dalam rangka menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro Surabaya, Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo akan  menurukan anggota akan turun ke kampung-kampung tingkat RT dan RW membantu Satgas Covid-19.

AKBP Hartoyo memastikan kesiapannya dalam membatu Satgas Covid-19 untuk melaksanakan PPKM Mikro Surabaya.

"Kalau untuk kepolisian sendiri, tentu kami akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Surabaya.

Terkait teknisnya kami hanya mendampingi Satgas Covid-19 Surabaya.

Ada bhabinkamtibmas kami nantinya yang juga terjun ke RT/RW," kata Hartoyo, Senin (8/1/2021).

Selain PPKM Mikro, kepolisian juga tetap akan melakukan penutupan di beberapa ruas jalanan kota Surabaya seperti yang sudah dilakukan saat PPKM sebelumnya.

Sebelumnya, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra menyampaikan pembatasan lalu lalang orang di beberapa ruas jalan protokol.

Yakni, penutupan di Jalan Tunjungan, Jalan Darmo dan Jalan Mayjen Sungkono.

Penutupan itu dilakukan mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB.

Adapun itu dilakukan pada hari Senin hingga Jumat.

Sedangkan akhir pekan dilakukan mulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB.

"Kalau untuk penutupan jalan protokol tetap ada di ruas jalan Tunjungan dan Darmo Surabaya," kata Teddy.

Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan koordinasi dan evaluasi bersama stakeholder terkait percepatan penanganan virus Covid 19 di kota Surabaya.

"Kalau untuk PPKM Mikro kami masih terus melakukan koordinasi dan evaluasi.

Apakah nanti ada jalan lagi yang akan ditutup atau bagaimana masih dalam tahap evaluasi," tandasnya.

Persiapan Pemkot Surabaya

Sementara itu, Pemkot Surabaya hingga saat ini menyebut masih menunggu keputusan terbaru dari pemerintah terkait PPKM yang akan segera berakhir.

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengaku pihaknya belum mendapat arahan resmi terkait PPKM.

"Sampai hari ini belum ada evaluasi memperpanjang atau seperti apa," kata Whisnu saat ditemui, Sabtu (6/2/2021).

Namun, dia tak memungkiri memang sudah mendengar terkait opsi PPKM Mikro yang akan diberlakukan untuk upaya membendung penularan Covid-19.

Sembari menunggu keputusan resmi, Whisnu mengatakan Pemkot akan mempersiapkan diri dengan melakukan sejumlah langkah.

Misalnya, dalam waktu dekat jajaran di tingkat kecamatan akan dipanggil untuk menggelar rakor.

Rencananya, akan membahas terkait evaluasi PPKM yang sudah dua jilid berjalan di Surabaya. Termasuk, mempersiapkan PPKM Mikro.

"Seluruh jajaran muspika, tiga pilar di kecamatan saya undang dalam 2 hari bergantian. Kita siapkan sambil evaluasi PPKM selama jilid 1, 2 ini, kalau memang ada PPKM mikro kita sudah siap," ungkap dia.

PPKM Mikro menurut Whisnu, gambarannya seperti penguatan kampung tangguh.

Upaya untuk menguatkan kampung tangguh itu disebut akan semakin diefektifkan. Sebab, pendekatan yang digunakan memang berskala mikro.

Sementara itu, Whisnu menyebut Pemkot juga akan semakin meningkatkan kemampuan tracing petugas hingga di kelurahan.

Pemkot sebelumnya sudah memberikan kemampuan mereka untuk melakukan pelacakan kasus Covid-19.

"Nanti akan kita pertebal lagi supaya bisa mendeteksi A confirm positif dimana akan bisa ketahuan," terangnya. (Fitria Chusna Farisa/Kompas.com) (Pipit Maulidiya/Firman Rachmanudin/Surya.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved