Breaking News:

Liputan Khusus

Pemkot Surabaya Tetap Tuntaskan Pemugaran GBT, Tak Terpengaruh Penundaan Piala Dunia U-20

Saat ini proses pemugaran GBT yang berlokasi Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya mencapai 90 persen atau tahap finishing.

Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. 

Aning juga mengingatkan, perbaikan stadion harus sesuai dengan standar FIFA.
Seperti jenis rumput, instalasi listrik, harus menyesuaikan dengan penyelenggaraan kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

Ke depan, lanjut Aning, Komisi C akan menggelar sidak untuk melihat progres pemeliharaan stadion tersebut.

"Pastinya ada hearing juga. Termasuk akses jalan bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan. Sekaligus harus diperhatikan karena tidak hanya skala nasional, tapi juga skala internasional yang akan menentukan nilai kepuasan Kota Pahlawan di mata dunia," katanya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menilai, nasib stadion tetap baik lantaran masih dalam perawatan pemerintah.

Anggaran juga sudah ditetapkan dengan baik oleh pemerintah pusat maupun pemkot.

"Meski ditunda pelaksanaan Piala dunia U20, Kota Surabaya tetap mempersiapkan dan menyambutnya demi menjadi kota kebanggaan bagi masyarakat," ujarnya, Kamis (4/2/2021).

Harapan Bonek

Sejumlah pentolan Suporter Bonek Mania ikut bersuara terkait nasib Stadion GBT pascapenundaan Piala Dunia U-20 dari 2021 menjadi 2023.

Menurut Saiful Antoni, sang Dirigen Bonek, hal yang terpenting adalah penggunaan GBT bisa dipakai bagi Persebaya.

Apalagi, stadion tersebut dibangun dengan uang rakyat.

"Seharusnya siapapun boleh memakai asal sesuai dengan peraturan daerah yang dikeluarkan. Asal tidak memberatkan bagi penyewa," Jumat (5/2/2021).

Pria yang identik dengan sebutan Capo Ipul tersebut menilai, penyesuaian kondisi di tengah situasi seperti saat ini sangat diperlukan.

Sehingga, seluruh stadion di Indonesia tidak mungkin menaikkan harga sewa.

"Mengingat, tidak ada sponsor yang berani masuk ke klub sepak bola atau menarik diri dari klub. Banyak sekali pemain yang hengkang buat mencari rejeki di negeri lain," terangnya.

Sementara itu Cak Conk, salah satu pentolan Bonek, mengatakan pemerintah sebaiknya memberikan Persebaya kontrak jangka panjang terkait penyewaan stadion, tanpa ada syarat syarat tertentu. Mengingat, klub tersebut sudah menjadi ikon kebanggaan Kota Pahlawan.

"Berharap diberikan kewenangan penggunaan stadion. Terutama untuk kelanjutan kompetisi. Perlu juga komunikasi bersama pihak terkait," tuturnya, Sabtu (7/2/2021).

Cak Conk juga menyampaikan, PSSI harus mempunyai peran yang lebih aktif demi keberlangsungan kompetisi ditengah badai Covid 19. Khususnya terkait, keamanan dan perizinan sepak bola.

"Ada atau tidak, kami masih ada kesibukan seperti kegiatan di bidang sosial. Meski tidak di tribun, kami menggalang donasi buat korban bencana alam, berbagi sesama. Kalau masalah PSSI jangan memberikan janji belaka, hanya di Indonesia jadwal liga gak tepat waktu," tandasnya. (Febrianto Ramadani/Luhur Pambudi)

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved