Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

19 Daerah di Jatim Rampungkan Vaksinasi Dosis Pertama SDM Kesehatan

Senin (8/2/2021) ini, sudah ada sebanyak 19 kabupate/kota di Jatim yang telah merampungkan vaksinasi dosis pertama untuk sasaran SDM Kesehatan.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memantau jalannya vaksinasi di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, Senin (8/2/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan, bahwa vaksinasi di Jawa Timur terus berprogres. Per hari Senin (8/2/2021) ini, sudah ada sebanyak 19 kabupate/kota di Jatim yang telah merampungkan vaksinasi dosis pertama untuk sasaran SDM Kesehatan.

Hal itu sebagaimana disampaikan Khofifah, saat memberikan arahan di rakor vaksinasi di Kabupaten Bangkalan siang ini.

Menurutnya, vaksinasi dosis pertama segera dikebut sehingga tinggal menunggu 14 hari untuk penyuntikan dosis kedua dan Jatim bisa bergerak untuk vaksinasi tahap kedua dengan sasaran pemberi pelayanan publik.

"Alhamdulillah, saat ini sudah 19 daerah di Jatim yang telah tuntas melakukan vaksinasi dosis pertama untuk SDM Kesehatan," kata Khofifah.

Sebanyak 19 daerah tersebut yakni Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Lamongan, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kota Batu dan Kabupaten Nganjuk. Kemudian Kabupaten Jombang, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Bondowoso, Kota Madiun, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Probolinggo.

Terkait dengan pelaksanaan vaksin tahap berikutnya, terutama bagi masyarakat umum, Khofifah meminta dinas terkait seperti Dispendukcapil sampai dengan lini bawah seperti Camat, Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk membantu proses pendataan dan identifikasi. Hal itu terutama terkait dengan identitas penerima vaksin dan waktu pelaksanaannya.

"Tolong tim yang akan menyiapkan data bisa melakukan identifikasi sesuai dengan peruntukan prioritas penerima tahap berikutnya. Seperti petugas pelayanan publik, TNI/Polri dan saya juga mengusulkan jurnalis, karena jurnalis yang bertugas liputan juga beresiko tinggi. Jadi masing-masing ini akan menjadi prioritas," katanya.

Menurutnya, pendataan untuk penerima vaksin tahap berikutnya ini penting dilakukan agar ketika dosis vaksin tahap berikutnya datang dari pemerintah pusat, proses vaksinasi ini bisa segera dilakukan.

"Tentu kami berharap bahwa seluruh proses ini akan memberikan imunitas yang lebih baik lagi kepada seluruh masyarakat. Jangan ada lagi yang terpapar, yang sudah sehat jaga kesehatannya dan bagi yang terkonfirmasi segera mendapatkan kesembuhan," terangnya.

Dari segi kesiapan stok vaksin Sinovac, Khofifah menyebut, bahwa daerah tidak akan mengalami kekurangan.

Saat ini, pemerintah sudah ada kesiapan data terkait distribusi dan mengikuti perencanannya antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

"Kami mendorong agar percepatan bisa dilakukan sehingga kekebalan komunitas bisa segera terwujud," tegas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved