Berita Pendidikan Gresik
6 Siswa MTs Nurul Islam Pongangan Gresik Sabet 3 Medali Madrasah Robotic Competition 2020
Enam siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Islam Pongangan, Gresik meraih gelar juara di ajang Madrasah Robotic Competition (MRC) 2020.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Parmin
SURYA.co.id | GRESIK - Enam siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Islam Pongangan, Gresik meraih gelar juara di ajang Madrasah Robotic Competition (MRC) 2020.
Event tersebu diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI.
Grand final diselenggarakan di Gedung Graha Alawiyah Kampus II Universitas Islam As-Syafi'iyah, Kota Bekasi.
Pada even ini, tujuh tim perwakilan MTs Nurul Islam Pongangan, tiga tim yang beranggotakan enam siswa dan siswi berhasil keluar sebagai pemenang.
Selain itu, tiga tim perwakilan dari MTs Nurul Islam Pongangan sukses keluar sebagai juara.
Mereka adalah Andromeda (14) siswa kelas VIII dan Anisa Ayu Zandira (13) kelas VII, yang meraih runner up best desain kategori internet of things (IoT).
Sementara penghargaan peringkat ketiga best desain pada kategori line follower analog berhasil diraih Muhammad Rizky Azhar (13) kelas VIII dan Talita Fela Rosidah (12) kelas VII .
Bahkan, satu di antaranya mendapat penghargaan juara pertama best participant pada kategori maze solving.
Ubaidillah, guru pembimbing saat ditemui di MTs Nurul Islam Pongangan, mengatakan seleksinya dilakukan secara virtual, tapi saat grand final dilaksanakan di Bekasi 2-4 Februari 2021.
"Pasangan Muhammad Ariq Agustiansyah (13) dan Nindya Erika Ingesukmanjaya (13), kelas VIII mendapat penghargaan juara pertama best participant pada kategori maze solving," ucap Ubaidilah, Sabtu (6/2/2021).
Mereka menjadi yang terbaik, usai menyisihkan para pesaing dari Bandung, Pasuruan, Blitar, Bengkulu, Sulawesi, dan beberapa daerah lain di Indonesia.
Ariq memang sudah memiliki hobi bermain dan bongkar-pasang merakit robot sejak kecil. Dia menyalurkan hobinya tersebut dengan mengikuti program ekstrq robotika di sekolahnya. Program tersebut baru berjalan sekitar satu tahun lalu.
"Kemarin diajari sama guru pembimbing, ada pula guru dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) yang membantu mengajari saya dan Nindya," terangnya.
Nindya menambahkan pada ajang tersebut persaingan cukup ketat. Terutama harus bersaing dalam mengumpulkan poin dari dewan juri.
"Robot yang kami ciptakan harus melewati cek poin dengan waktu yang ditentukan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/madrasah-robotic-competition-mrc-2020.jpg)