Tes GeNoSe C19 Bisa Gantikan Rapid Antibodi, Berikut Lokasi, Syarat dan Harganya
Tes GeNoSe 19 produk Universitas UGM sudah mulai digunakan di Stasiun KAI. Ini info apa itu GeNoSe 19? Lokasi GeNoSe 19, syarat dan harganya.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - GeNoSe 19 alat deteksi Covid-19 sudah mulai digunakan PT KAI mulai Bulan Februari 2021.
GeNoSe 19 diketahui bisa menggantikan tes Rapid Antibodi.
Melansir Kompas.com, GeNoSe C19 adalah alat buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas.
Alat ini telah sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan Nomor Kemenkes RI AKD 20401022883.
Cara penggunaan GeNose adalah seseorang diminta menghembuskan napas ke tabung khusus.
Kemudian, data embusan nafas dalam tabung akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan sehingga memunculkan hasil.
Akan tetapi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan pemeriksaan menggunakan GeNoSe C19.
Berikut informasi seputar syarat, lokasi dan harga GeNoSe 19, melansir Kompas.com.
Syarat
Syarat pertama sebelum tes menggunakan GeNoSe adalah harus dalam kondisi sehat dan mengantongi tiket perjalanan kereta api.
Melansir pemberitaan Kompas.com, Selasa (2/2/2021), VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, penumpang juga dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum dites.
Tes GeNoSe untuk Naik Kereta Api
Pemeriksaan dengan menggunakan GeNoSe dilakukan maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.
Jika hasil tes positif, maka penumpang tidak diperbolehkan naik kereta api dan tiket dapat dibatalkan.
Pembatalan tiket dapat dilakukan melalui loket khusus atau melalui WhatsApp KAI121 di 081-1121-11121 dan uang tiket dikembalikan penuh.
Petugas pemeriksa juga akan memberikan konsultasi, informasi, dan edukasi terkait hasil pemeriksaan dan menyarankan pelanggan tersebut untuk melakukan isolasi mandiri.
Untuk penumpang berusia di bawah 12 tahun, mereka tidak diwajibkan menjalani tes tersebut.
Harga
Joni mengatakan, KAI menyediakan layanan tes GeNoSe tahap awal di 2 stasiun yaitu; Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Tugu Yogyakarta dengan tarif Rp 20.000.
"Tarif yang dikenakan pada saat uji coba atau pre-launching ini adalah Rp 20.000," kata dia.
Tarif tersebut jauh lebih murah dibandingkan tarif rapid test antigen di stasiun yang harganya mencapai Rp 105.000.
Menurut dia, GeNoSe merupakan tes alternatif lain yang bisa digunakan oleh penumpang sebelum melakukan perjalanan.
KAI juga masih menyediakan layanan rapid test antigen di stasiun.
Prosedur pemeriksaan
Berikut sejumlah prosedur pemeriksaan saat menggunakan GeNoSe C19:
Saat pemeriksaan, calon penumpang akan diminta untuk mengambil napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak 3 kali
Langkah tersebut terdiri dari 2 kali di awal ambil napas dan buang di dalam masker, kemudian saat pengambilan napas ke-3 langsung embuskan ke dalam kantong hingga penuh
Kunci kantong agar udara di dalamnya tidak keluar dan serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19
Hasil pemeriksaan akan keluar sekitar 3 menit. Pemeriksaan dilakukan 1 kali tanpa pengulangan.
Tidak bisa gantikan PCR
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, metode GeNose C19 masuk dalam kategori skrining atau penyaringan Covid-19.
Ia menegaskan, metode ini tidak bisa mengganti swab test PCR yang memiliki fungsi mendiagnosis seseorang terpapar Covid-19.
"Kami tegaskan GeNose ini tidak didesain untuk menggantikan PCR, tapi murni didesain untuk skrining, tetapi kita ingin skrining itu akurat dan mudah dipakai, relatif terjangkau atau murah dan cepat hasilnya," kata Bambang dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (3/2/2021) melansir Kompas.com berjudul 'Menristek Tegaskan GeNoSe untuk Skrining, Tidak Bisa Gantikan PCR'
"Dan harganya Rp 62 juta, bisa dipakai 100.000 kali sesudah itu ada perbaikan kalau di mobil itu misalnya turun mesin untuk bisa dipakai lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, GeNose, alat pendeteksi virus corona buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini resmi mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Melansir laman UGM, Sabtu (26/12/2020), Ketua Tim Pengembang GeNose Kuwat Triyatna mengatakan izin edar GeNose dari Kemenkes turun pada 24 Desember.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tes-genose-pengganti-rapid-antibodi.jpg)