Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Sekdaprov Heru Tjahjono Harapkan PW-PII Tingkatkan Sinergitas dan Kolaborasi untuk Pembangunan Jatim

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono berharap agar PW-PII lebih meningkatkan sinergitas dan kolaborasi bersama pemprov untuk pembangunan Jatim.

Humas Pemprov Jatim
Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono berharap agar Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW-PII) Jatim lebih meningkatkan sinergitas dan kolaborasi bersama pemprov untuk pembangunan Jatim. Apalagi menurut Heru, PII merupakan wadah berhimpunnya insinyur Indonesia yang menyelenggarakan keinsinyuran.

Untuk itu, Heru mengajak PW-PII Jatim untuk terlibat aktif untuk berkolaborasi dengan Pemprov Jatim. Utamanya, bersama-sama mendukung setiap sendi pembangunan sebagaimana gelora Nawa Bhakti Satya dan Jatim Bangkit yang dicanangkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak.

“PII Jatim dapat menjalin sinergi yang erat bersama Pemprov Jatim dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pembangunan melalui dukungan OPD. Dan harapan saya, sinergi ini bisa diteruskan pemerintah kabupaten/kota dengan PII demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera,” jelas Sekdaprov Heru Tjahjono saat mengikuti Pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Indonesia Indonesia (PW-PII) Jatim Masa Bakti 2020-2023 secara virtual di Ruang Kerja Sekdaprov Jatim, Kantor Gubernur Jatim, Jl Pahlawan 110 Surabaya, Sabtu (6/2/2021).

Pada kesempatan yang sama, Heru yang mengikuti acara tersebut mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu menjelaskan, bahwa Presiden Joko Widodo menaruh perhatian untuk Jatim dengan menetapkan Perpres No 80 Tahun 2019 yang berisi mengenai Percepatan Pembangunan Jatim.

Perpres tersebut mencakup berbagai program pembangunan yang cukup masif dan menyeluruh dalam berbagai sektor. Seperti infrastruktur, pariwisata, ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim.

Karena itu, lanjutnya, semua potensi yang dimiliki Jatim membutuhkan dukungan PW-PII Jatim. Baik dari unsur ASN, akademisi, praktisi serta industri.

Berdasarkan data PW-PII Jatim, saat ini di Jatim terdapat sekitar 101 perguruan tinggi yang memiliki fakultas dan prodi keteknikan. Namun, baru enam perguruan tinggi yang menyelenggarakan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI).

Di antaranya ITS, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, UK Petra Surabaya, dan Unika Widya Mandala Malang. Sementara, jumlah lulusan program studi profesi insinyur sendiri hingga akhir 2020 mencapai 619 insinyur.

Menurut Heru, angka tersebut masih tergolong sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan SDM insinyur di Jatim. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi PII sebagai pemegang amanah UU Keinsinyuran.

PII Jatim sendiri, sebut Heru, tengah mendorong PSPPI di perguruan tinggi lain. Heru pun menilai bahwa upaya tersebut perlu diapresiasi dan didukung dalam meningkatkan insinyur di Jatim.

“Diharapkan SDM insinyur di Jatim bisa optimal secara kuantitas dan kualitas sebagai buah dari optimalisasi yang merupakan sinergitas antara PII dengan Pemprov Jatim, perguruan tinggi, praktisi serta industri menjadi kunci utama implementasi UU Keinsinyuran,” pungkasnya.

Sementara itu, pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Indonesia Indonesia (PW-PII) Jatim Masa Bakti 2020-2023 dilantik secara resmi oleh Ketua Umum PW- PII, Dr Ir Heru Dewanto.

Dalam pelantikan tersebut, menetapkan Prof Ir Mohammad Bisri sebagai Ketua PW PII Jatim dengan Ketua Pembina PII Wilayah Jatim Ir Ridwan Hisyam. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved