Breaking News:

Untuk Kali Pertamanya, Sejak 1998 Ekonomi Indonesia Terkontraksi di 2020, Di Jatim Minus 2,39 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat resmi mengumumkan kondisi ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2020, mengalami kontraksi atau minus sebesar 2,07%.

SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
Kepala BPS Pusat, Suhariyanto saat memaparkan kondisi ekonomi Indonesia kepada awak media dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (5/2/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat resmi mengumumkan kondisi ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2020.

Tercatat Ekonomi RI di sepanjang 2020 mengalami kontraksi atau minus sebesar 2,07%.

Kondisi itu membuat Indonesia untuk kali pertamanya sejak 1998, ekonominya terkontraksi.

"Imbas adanya pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia tahun 2020 tercatat mengalami kontraksi atau minus sebesar 2,07%," ujar Kepala BPS Pusat, Suhariyanto saat memaparkan kondisi Ekonomi RI kepada awak media dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (5/2/2021).

Terkontraksinya ekonomi RI itu, juga menunjukkan bahwa kali pertamanya ekonomi RI minus. Sejak terakhir kali mengalami kontraksi pada saat tahun 1998.

Suhariyanto juga mengatakan, pemulihan ekonomi pada 2021 tergantung pada penerapan protokol kesehatan dan kesuksesan vaksinasi.

Sementara di Jawa Timur sendiri, BPS Jatim melaporkan sepanjang tahun 2020 (c-to-c), ekonomi Jawa Timur tercatat terkontraksi 2,39 persen.

Imbas Covid-19, Sepanjang 2020 Ekonomi Jawa Timur Tercatat Mengalami Kontraksi Sebesar 2,39 Persen

Kata Kepala BPS Prov Jatim, Dadang Hardiwan, dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 13,80 persen, diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 11,16 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,87 persen.

"Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam PMTB 4,31 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3,18 persen dan Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 0,83 persen," jelasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved