Berita Sidoarjo

Melawan Saat Diringkus, Dua Pengedar Narkoba Asal Jombang Ditembak Polisi di Sidoarjo

Dua orang pengedar narkoba asal Jombang, diringkus polisi di Sidoarjo. Sudah menjadi target petugas sejak November 2020.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji menunjukkan barang bukti dan tersangka narkoba yang ditembak kakinya. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Dua orang pengedar narkoba berjalan pincang saat menjalani pemeriksaan di Sat Reskoba Polresta Sidoarjo, Jumat (5/2/2021).

Mereka mengalami luka di kaki, akibat ditembus peluru dari senjata petugas kepolisian. Penyebabnya, resivis narkoba itu sempat berusaha melawan saat hendak diringkus petugas.

Dua orang pengedar narkoba itu adalah EPC dan EP, keduanya asal Jombang.

"Mereka sudah lama mengedarkan narkoba di Sidoarjo. Dan sudah menjadi target petugas sejak November tahun kemarin," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji.

Dalam penyelidikan itu, akhirnya petugas mendapati mereka sedang berada di sebuah tempat kos di Desa Bringinwetan, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Saat didatangi petugas, mereka juga sedang asyik mengonsumsi sabu-sabu.

Ketika hendak diringkus mereka berusaha melawan untuk kabur.

"Terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan mengenai kakinya," ujar Kasat Reskoba Polresta Sidoarjo, Kompol Indra Nadjib.

Selain tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti narkoba. Jumlahnya cukup banyak. Ada empat bungkus plastik klip ukuran besar yang berisi narkotika jenis sabu beratnya sekira 394,05 gram, dua bungkus plastik berisi sabu s2,22 gram, tiga pipet kaca sisa pakai berisi sabu 3,2 gram dan 13 bungkus plastik berisi pil koplo jenis dobel L yang totalnya 13.000 butir.

"Selain itu, juga ada dua timbangan elektrik warna hitam, tiga pak plastik klip, empat handphone, dua kotak kertas, tiga potongan sedotan atau skop, satu sendok plastik atau skop, serta satu buku berisi rekapan," lanjut Indra.

Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka ini juga sudah pernah masuk penjara dalam kasus yang sama. Alias, memang residivis narkoba.

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah beberapa bulan menjadi pengedar. Dia mendapat barang dari seorang bandar yang kemudian dijual lagi secara eceran. Setiap satu kilogram sabu, mereka untung Rp 10 juta.

"Petugas masih melakukan pengembangan. Utamanya mencari jaringan dan bandar besar yang terkait dengan dua pengedar ini," ujar kasat.

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved