Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Jembatan Putus Akibat Banjir di Pasuruan Segera Direkonstruksi, DED Butuh Waktu Dua Bulan

Pemprov Jatim akan turun tangan dalam penanganan jangka panjang terhadap bencana banjir akibat luapan Sungai Kepulungan di Kecamatan Gempol, Pasuruan.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi jembatan putus di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (5/2/2021). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan, bahwa Pemprov Jatim akan turun tangan dalam penanganan jangka panjang terhadap bencana banjir akibat luapan Sungai Kepulungan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Khofifah usai meninjau kawasan terdampak banjir akibat luapan Sungai Kepulungan, di Desa Kepulungan yang mengakibatkan empat enam rumah warga hanyut diterjang banjir, Jumat (4/2/2021).

Didampingi Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Gubernur Khofifah meninjau titik lokasi jembatan yang putus di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, tempat d imana jembatan penghubungan dusun yang jebol akibat banjir.

Selain itu, Khofifah juga meninjau lokasi enam rumah yang hanyut diterjang banjir, serta juga takziah ke keluarga korban meninggal karena terseret arus banjir.

Selama di lapangan, Khofifah aktif memberi arahan dan menekankan pada seluruh jajaran agar penanganan bencana ini seluruh pihak bersinergi.

"Setiap ada bencana alam ada proses tanggap darurat, ada proses recovery, ada proses rekonstruksi. Untuk proses tanggap darurat sudah disiapkan oleh Pak Bupati, kemarin pemkab sudah menyiapkan pengungsian, lalu juga ada dapur umum sampai relokasi untuk menyiapkan hunian yang lebih layak bagi warga," kata Khofifah.

Berikutnya, untuk recovery dikatakan Khofifah, Pemkab Pasuruan bersama Pemprov Jatim sudah berkoordinasi untuk memberikan physco therapy pada warga terdampak bencana. Sehingga, jika ada trauma yang dialami warga, bisa secara bertahap dilakukan penanganan.

Serta Khofifah meminta agar para tokoh lokal dilihatkan dalam physco therapy. Agar ketakutan dan juga kondisi masalah kebatinan warga dan korban bisa segera kembali pulih.

"Nah untuk rekonstruksi, saya sudah ke jembatan yang putus karena jebol saat banjir terjadi. Saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan yang juga Plt Dinas PU Bina Marga untuk sesegera mungkin melakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED) jembatannya agar bisa dibangun ulang," kata Khofifah.

Estimasinya, penyusunan DED bisa selesai dalam kurun waktu dua bulan. Dengan kurun waktu itu, Khofifah menyebutkan, rekonstruksi jembatan bisa dibarengi dengan penyiapan pengalokasian anggaran dengan format pinjaman insfrastruktur bersistem melalui Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

"Saya sudah komunikasikan, kalau DED bisa selesai dua bulan, maka tahun ini masih bisa dapat pendanaan dengan format SMI infrastruktur. Dengan grass periode dua tahun. Dan prosesnya mencicil 10 tahun bagi daerah. Itu sangat dimungkinkan," kata Khofifah.

Sembari menunggu rekonstruksi bisa terealiasi, Khofifah meminta dinas teknis Jatim yaitu Dinas Cipta Karya untuk membangunkan jembatan belly atau sejenisnya untuk akses koneksitas warga Dusun Payaman ke Desa Ngerong. Sebab selama jembatan putus, warga harus memutar.

"Untuk kedaruratan, berdasarkan opsi yang dikomunikasian tadi, Saya ini kan bersama Dinas Cipta Karya, apakah nanti akan pakai jembatan belly atau apa, nanti tim akan turun. Jadi kalau DED dua bulan baru bisa rekonstruksi, maka koneksi dua desa ini urgen untuk segera dicarikan solusinya, pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved