Breaking News:

DPRD Jatim Minta Pemprov Prioritaskan Vaksinasi untuk Kalangan Kiai dan Ustaz di Pesantren

DPRD mendorong Pemprov Jatim memprioritaskan kalangan pesantren dalam vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur, Muhammad Bin Muafi Zaini. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - DPRD mendorong Pemprov Jatim memprioritaskan kalangan pesantren dalam vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Mengingat, kalangan pesantren dinilai masuk dalam kategori resiko tinggi.

"Kami harap ada prioritas vaksin untuk kiai dan ustaz pesantren," kata Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim, Muhammad Bin Muafi Zaini, Jumat (5/2/2020).

Menurutnya, kiai dan ustaz adalah orang yang cukup sering bersinggungan langsung dengan masyarakat. Baik itu ketika mengisi pengajian, majelis taklim, mengajar ngaji maupun ketika menerima tamu.

"Mereka seharusnya masuk kategori high risk, karena kuantitas pertemuan dengan berbagai kalangan," terang pria asli Sampang Madura ini.

Sekalipun demikian, pria yang akrab disapa Gus Mamak bukan berarti mendukung para kiai dan ustaz itu menggelar kerumunan. Berdasarkan temuannya di masyarakat, meskipun sudah menerapkan jaga jarak, tapi bukan berarti ada jaminan aman bagi para kiai dan ustaz tidak tertular Covid-19.

"Apabila kiai dan ustaz sudah di vaksin, mereka bisa sekaligus menjadi influencer bagi simpatisannya. Apalagi, sudah ratusan kiai yang meninggal karena Covid-19," sebut Gus Mamak.

Menurut Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim itu, Dinas Kesehatan Pemprov Jatim bisa menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Agama. Terutama, untuk mendata para kiai dan ustaz seluruh daerah di Jawa Timur.

"Tak hanya pemerintah provinsi, kami harap pemerintah kabupaten/kota beserta jajarannya juga memprioritaskan para kiai dan ustaz. Mereka prioritas, di samping tenaga kesehatan dan pejabat," pungkas pengasuh Ponpes Nazhatut Thullab Sampang ini.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencatat ratusan kiai dan ulama meninggal selama masa pandemi.

PBNU menyatakan, sebanyak 234 kiai atau ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama wafat selama pandemi Covid-19 melanda tanah air sejak Maret hingga Desember 2020.

“Pandemi ini sangat luar biasa ancamannya, ini mengancam keselamatan warga Nahdliyin terutama para kiai kita. Hingga tanggal 24 Desember, ada sekitar 234 orang kiai dan tokoh NU yang meninggal dunia selama masa pandemi,” kata Ketua Satkor Covid-19 Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Ulun Nuha pada Desember lalu.

“Pada tahun 2019, para kiai atau tokoh NU yang meninggal dunia kurang dari 50 orang, hanya sekitar 40-an yang meninggal dunia pada tahun lalu,” kata Ulun Nuha menambahkan.

Meski dinyatakan telah meninggal dunia, pihaknya tidak menyatakan para kiai tersebut wafat karena terpapar Covid-19, melainkan para kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama wafat selama masa pandemi.

“Jadi Kami tidak menyatakan beliau (para kiai/tokoh NU) meninggal karena Covid-19, kami menyatakan beliau meninggal selama masa pandemi,” katanya menegaskan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved