Breaking News:

Pemprov Jatim

PPKM Jilid II Tinggal 4 Hari, Malam Ini Rakor Evaluasi, Sekdaprov: Perpanjangan PPKM Wewenang Pusat

Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono menyampaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jatim tahap dua tinggal empat hari lagi.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono menyampaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jatim tahap dua tinggal empat hari lagi.

Untuk itu, malam ini Forkopimda Jatim akan menggelar evaluasi khusus untuk penerapan PPKM di sejumlah daerah di Jatim. 

Rapat evaluasi itu akan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan juga jajaran forkopimda.

Mulai Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya dan juga Bupati dan Wali Kota serta jajarannya yang hingga saat ini masih diterapkan PPKM.

Dikatakan Heru, evaluasi itu akan membahas tentang progres masing-masing daerah setelah wilayahnya diterapkan PPKM.

Apa yang siginifikan berprogres positif dan mana yang masih membutuhkan penekanan  Sehingga akan didapatkan data yang akurat yang nantinya akab dilaporkan ke pemerintah pusat. 

"Nanti malam kita akan evaluasi bersama forkopimda dan kabupaten kota untuk melakukan evaluasi. Harapannya nanti malam bisa ada penekanan dari hasil PPKM," kata Heru, Kamis (4/2/2021). 

Indikator dalam evaluasi ini dikatakan Heru adalah bagaimana daerah tersebut dalam menurunkan laju pertambahan kasus, adanya peningkatan kesembuhan dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penerapan perubahan perilaku.

Dan yang tak ketinggalan yang juga dinilai sebagai indikator keberhasilan PPKM adalah penurunan mobilitas. 

Lebih lanjut ditegas Heru bahwa hasil evaluasi ini nanti tidak bisa memutuskan akan ada perpanjangan ataukah tidak setelah tanggal 8 Februari 2021.

Sebab menurut Heru yang akan menentukan adalah pemerintah pusat. 

"Perpajangan tetep nanti dari pusat yang menentukan. Tapi Kita kan masih punya waktu empat hari masih ada kita waktu untuk melakukab penekanan penekanan lagi," tambah Heru. 

Selama dua kali PPKM di Jatim, Heru mengatakan PPKM Jatim tetap dianggap efektif dalam mengendalikan covid-19. Namun ia mengakui belum semua indikator maksimal efektivitasnya. 

"Penurunan mungkin belum terlalu tapi perubahan perilaku sangat berdampak. Signifikan hasilnya. Indikasinya terlihat dari kepatuhan masyarakat bermasker dan menjaga jarak, yang meningkat pesat selama PPKM," tegasnya. 

Namun untuk penurunan pertambahan kasus baru, ditegaskan Heru bahwa hasilnya di Jatim masih fluktuatif. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved