Breaking News:

IDI Protes Sri Mulyani yang Potong Insentif Nakes: Ini Taruhannya Nyawa

Pemotongan insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani diprotes Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
ILUSTRASI - Karyawan kafe di Gresik saat dirapid test antigen karena melanggar jam operasional PPKM, pukul 21.00, Sabtu (16/1/2021). IDI protes Sri Mulyani yang memotong insentif nakes. 

SURYA.co.id - Pemotongan insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani diprotes Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pihak IDI mengusulkan supaya kebijakan itu direvisi, apalagi pembayaran sebelumnya tidak lancar. 

"Itu (pemotongan insentif) sebaiknya direvisi.

Penghargaan jangan dikurangi karena taruhannya nyawa," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto saat dihubungi pada Kamis (4/2/2021), dikutip dari Kompas.com (grup SURYA.co.id).

Menurut Slamet, kebijakan itu tidak tepat karena para tenaga kesehatan masih berjuang melawan pandemi Covid-19 yang saat ini kasusnya masih terus meningkat.

Bahkan, banyak tenaga kesehatan yang ikut tertular Covid-19 hingga meninggal dunia saat merawat pasien.

Ia pun memprotes adanya pemotongan insentif ini karena para tenaga kesehatan telah berjuang bertaruh nyawa.

Slamet berharap, Kemenkeu mau duduk bersama dengan Kementerian Kesehatan serta organisasi profesi tenaga kesehatan untuk membahas perihal insentif ini.

Sebab, pembayaran insentif pada periode sebelumnya belum seratus persen lancar.

Ia pun heran lantaran Kemenkeu tidak mendiskusikan terlebih dahulu keputusan ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved