Breaking News:

Berita Malang Raya

Dentuman Suara Misterius di Malang Raya, BMKG Juanda : Tak Ada Peningkatan Aktivitas Kegempaan

Warganet ramai-ramai mempertanyakan dan mencari tahu, darimana asal suara dentuman misterius itu.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
Foto ilustrasi suara dentuman misterius di Malang Raya 

SURYA.CO.ID, MALANG - Fenomena dentuman misterius terjadi di wilayah Malang Raya, Selasa (2/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB hingga Rabu (3/1/2021) sekitar pukul 03.22 WIB.

Hal tersebut menjadi viral di berbagai media sosial.

Di mana warganet ramai-ramai mempertanyakan dan mencari tahu, darimana asal suara dentuman misterius itu.

"Terkait suara dentuman yang terjadi di wilayah Malang Raya. Perlu kami infokan, berdasarkan data sensor seismik di Malang, Tretes, dan Gedangan (Malang) tidak menunjukkan peningkatan aktiitas kegempaan. Demikian pula dari data aktivitas sambaran petir, juga tidak menunjukkan anomali peningkatan untuk wilayah Malang Raya," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Sidoarjo, Teguh Tri Susanto, Kamis (4/1/2021).

Ia menduga, suara dentuman misterius itu, bisa saja terjadi dari faktor-faktor lain di luar tugas dan fungsi BMKG.

Banyak yang Kaitkan Suara Dentuman Misterius di Malang dengan Gunung Semeru, Ini Penjelasan PVMBG

Dentuman Misterius di Malang Raya, Wali Kota Sutiaji : Kemungkinan Berasal dari Pembangunan JLS

Pemkab Trenggalek Target Siapkan Tambahan 500 Bed untuk Isolasi Pasien Covid-19

"Dentuman bisa macam-macam sumbernya. Bisa dari aktivitas militer, pertambangan dan lain lain. Perlu penelitian dan kajian lebih lanjut," jelasnya.

Disinggung mengenai apakah dentuman misterius di Malang Raya terjadi akibat thunderstorm (badai petir), Teguh Tri Susanto menjawab, kecil kemungkinan hal itu terjadi.

"Kalau berdasarkan data yang ada, kecil kemungkinannya," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta dan mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak panik berlebihan atas peristiwa itu.

Dan dirinya pun juga mengajak masyarakat, jangan mudah percaya atau ikut membagikan informasi yang belum tentu kebenarannya.

"Tetap tenang dan selalu waspada. Ikuti dan cari informasi dari beberapa instansi yang sesuai dengan bidangnya. Dan jangan mudah terpengaruh berita hoaks dan tidak berdasar," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved