Breaking News:

Berita Banyuwangi

Rhenald Kasali Beberkan 'Okestrasi' Anas untuk Sejahterakan Banyuwangi; Pariwisata Jadi Pemicu

Pull strategy merupakan program yang menekankan pada penyelesaian masalah secara top down (dari atas ke bawah).

surya/haorrahman
Bupati Anas dalam bedah buku Prof Rhenald yang terbaru, ”Road To Prosperity: Mobilisasi dan Orkestrasi ala Banyuwangi”, secara daring, Rabu (3/1/2021). 

Dari pariwisata tersebut, ia menganalisa, menjadi payung untuk mewujudkan kesejahteraan. Yang mana kesejahteraan yang diinginkan di Banyuwangi meliputi kemudahan akses pendidikan, kemudahan mencari lapangan kerja, jaminan kesehatan, jaminan keamanan, dan kondisi sosial politik yang stabil.

Salah satu yang dicontohkan Rhenald adalah pengelolaan Bandara Banyuwangi. Banyak daerah yang ingin menghidupkan bandaranya dengan memberi subsidi maskapai penerbangan.

Namun di Banyuwangi tidak demikian. Banyuwangi justru mensubdi rakyat untuk membuat pertunjukan kolosal yang bisa mengundang wisatawan. “Contohnya Festival Gandrung Sewu. Acara ini melibatkan rakyat banyak, dan terbukti menarik banyak wisatawan dari luar kota,” ungkapnya.

Ada banyak contoh yang lain bagaimana Banyuwangi melakukan mobilisasi dan orkestrasi untuk membangun kesejahteraan sosial-ekonomi daerahnya.

Seperti halnya pemberantasan angka kemiskinan dengan program rantang kasih yang melibatkan stakeholder terkait, warung makan hingga badan amil zakat. Ada pula pemberantasan buta aksara yang mengajak seluruh elemen terlibat.

Bupati Anas yang mengikuti sesi bedah buku tersebut, menjelaskan, pariwisata dipilih sebagai penggerak ekonomi karena memiliki dampak luas. ”Pariwisata di depan sebagai penggerak, tetapi ingat, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pelayanan publik tetap menjadi sektor yang menerima anggaran terbesar,” ujar Anas.

Dengan pariwisata, lanjut Anas, akan menjadi ajang konsolidasi, tidak hanya ekonomi, namun juga sosial politik.

“Seringkali saya mencontohkan Saudi Arabia. Negara ini kaya minyak dan orang antre untuk datang melaksanakan umrah dan haji. Namun tetap mengembangkan pariwisata. Karena tujuannya tidak hanya soal uang, tetapi bagaimana melakukan konsolidasi, membangun kebanggaan, ekspresi kreativitas,” terangnya.

Dengan beragam konsolidasi tersebut, imbuh Anas, kesejahteraan yang diharapkan tumbuh di bisa terwujud cepat. “Meski tidak mudah, Insya Allah apa yang telah kita lakukan ini telah bisa kita rasakan saat ini,” pungkasnya.

Acara bedah buku itu didukung penuh oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Tidak hanya membedah buku dari Rhenald Kasali, namun juga membedah dua buku lain yang ditulis oleh Anas.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved