Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Pascavaksinasi Covid-19, Pemerintah Diminta Pastikan Terbentuknya Antibody, ini Tujuannya

"Target pemerintah sejauh ini hanya menyuntik, bukan memantau apakah antibody sudah terbentuk."

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya.co.id/sulvi sofiana
Prof dr Chairul Anwar Nidom 

Jadi vaksin untuk melawan virus A maka tidak bisa melawan virus A+1 . 

"Selain mutasi berdampak pada efektivitas vaksinasi, juga sebaliknya vaksinasi bisa memicu terjadinya mutasi pada virus,"urainya.

Protein S (Spike) virus Covid 19, lanjutnya, sebagai pengantar masuknya virus ke sel manusia telah menjadi target utama pengembangan vaksin sekaligus analisis mutasi virus. 

Pola mutasi protein S yang terjadi sampai dengan tanggal 12 Januari 2021 meliputi A222, S477, D614. Q677 juga telah dituangkan dalam publikasi ilmiah oleh Grup Peneliti PNF. 

"Hingga saat ini belum ada virus yang bermutasi pasca vaksinasi. Untuk itu kami akan memantau lagi perkembangan virus usai vaksinasi," urainya.

Hingga saat ini, tim PNF telah mengidentifikasi mutasi D614G yang ditemukan pada 103 isolat di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Timur.

"Data penyebaran Virus Covid 19 ini beserta mutasi Iainnya, dapat dijadikan sebagai informasi dasar dalam membandingkan pola mutasi, yang selanjutnya dapat digunakan untuk kebijakan tindakan pencegahan dan konstruksi vaksin berbasis isolat lokal,"urainya.

Ia pun menegaskan vaksin bukan satu-satunya intervensi untuk menekan kejadian Covid-19. 

Intervensi nonmedis juga harus tetap dilakukan dengan meningkatkan kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan yaitu dengan menjalankan 5M.

"Intervensi medis maupun non medis merupakan bagian penting yang harus dilakukan secara terukur untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved