Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Pascavaksinasi Covid-19, Pemerintah Diminta Pastikan Terbentuknya Antibody, ini Tujuannya

"Target pemerintah sejauh ini hanya menyuntik, bukan memantau apakah antibody sudah terbentuk."

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya.co.id/sulvi sofiana
Prof dr Chairul Anwar Nidom 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Target vaksinasi pada umumnya yaitu menciptakan antibodi untuk melawan virus. Sama halnya dalam vaksinasi Covid-19 yang saat ini dilakukan hingga penyuntikan tahap kedua

Diharapkan dengan vaksinasi, antibody akan terbentuk dan mencegah infeksi Covid-19. 

Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom mengungkapkan dengan mencanangkan vaksinasi maka juga harus menjamin antibody terbentuk.

Hal ini bisa dilakukan dengan pengecekan laboratorium seusai vaksinasi tahap kedua.

"Target pemerintah sejauh ini hanya menyuntik, bukan memantau apakah antibody sudah terbentuk. Para nakes yang suntik kedua kali harus tahu antibodynya berapa, jadi misal sebulan lagi antibodynya turun harus minta vaksinasi lagi," urai pria yang akrab disapa Prof Nidom ini.

Pasalnya jumlah antibody setiap individu berbeda.

Dan untuk memastikan tidak ada virus seusai dilakukan vaksinasi, Prof Nidom menyarankan masyarakat yang divaksin harus dipastikan bebas virus sebelum divaksin.

"Karena bisa saja orang divaksin belum bersih dan seusai divaksin justru ada virus. Dan setelah vaksin kedua ada pengecekan antibody sudah terbentuk apa belum melalui cek lab,"tegasnya.

Selain itu, adanya mutasi virus Covid juga harus diwaspadai. Sehingga meskipun antibody terbentuk setelah di vaksin, belum tentu antibody tersebut bisa melawan virus yang sudah bermutasi.

Ia mencontohkan sifat antibody yang terbentuk dari vaksin tidak bisa membuat reaksi silang. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved