Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

PPKM Tingkatkan Kepatuhan Bermasker Warga Jatim Hingga 90 Persen

PPKM dalam pengendalian Covid-19 di Jatim cukup berhasil dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan tertib bermasker.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril Al Faraby. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril Al Faraby menjelaskan, bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam pengendalian Covid-19 di Jatim cukup berhasil dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan tertib bermasker.

Sebelum PPKM, kepatuhan warga Jatim bermasker ada di angka 40 persen.

Namun tiga pekan diterapkan PPKM, ada peningkatan kepatuhan memakai masker menjadi 90 persen. Hal itu sebagaimana dipublikasikan pula di situs Bersatu Lawan Covid-19 yang dikelola oleh BNPB.

Meski begitu dari 38 kota di Jatim, masih ada sejumlah daerah di Jatim yang tingkat kepatuhan dalam bermasker masih rendah.

"Berdasarkan data dari BLC, per 31 Januari 2021 kemarin, yang paling patuh bermasker adalah Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan yang paling rendah tingkat kepatuhannya adalah Kabupaten Nganjuk," kata Jibril, Selasa (2/2/2021).

Berdasarkan laman tersebut, sebanyak 19 kabupaten/kota di Jatim sudah 91 hingga 100 persen bermasker. Sebanyak 15 kabupaten/kota tingkat kepatuhan bermasker 76-90 persen. Dan 2 kabupaten/kota di Jatim 61 hingga 75 persen.

Jika diurutkan tiga kabupaten/kota di Jatim, yang paling tinggi kepatuhan bermaskernya adalah Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Magetan dan Kota Malang. Kemudian berturut turut adalah Kota Probolinggo dan Kabupaten Tulungagung. Kota Surabaya ada di peringkat sembilan dalam hal kepatuhan bermasker.

Sedangkan tiga kabupaten/kota di Jatim yang tingkat kepatuhan bermaskernya paling rendah adalah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Lumajang dan Kota Pasuruan.

Selain itu, PPKM dikatakan Jibril juga cukup efektif dalam mengajak masyarakat berubah laku dalam menjaga jarak. Angkanya semula hanya 40 an persen warga Jatim tertib menjaga jarak, namun setelah PPKM angkanya meningkat menjadi 90 persen.

"Satgas Covid-19 yang tergabung juga TNI dan Polri juga pemerintahan aktif dalam melakukan peringatan dan teguran pada mereka yang tidak bermasker. Yang paling banyak ditegur adalah masyarakat di pasar," kata Jibril.

Setelah pasar, yang paling banyak ditegur karena tak bermasker ada di kantor dan di jalan umum, dilanjutkan di restoran dan rumah makan.

Padahal, memakai masker menjadi pelindung andalan dalam mencegah paparan Covid-19.

Total selama PPKM ada sebanyak 2.060.639 orang yang ditegur dalam masa pemberlakuan PPKM di Jawa Timur. Jumlah yang ditegur ini meningkat dibandingkan sebelum PPKM.

"Kalau positivity rate menurunnya belum signifikan. Kita masih 15 persen, padahal idealnya 5 persen," kata Jibril.

Selama PPKM, setidaknya ada sebanyak 875 pasien Covid-19 yang dijemput oleh Covid-19 Hunter dari isolasi mandiri ke rumah sakit lapangan dan layanan isolasi yang lebih memadai.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved