Breaking News:

Jangan Kendor, Semprotkan Disinfektan

Jangan kendor! Tetaplah menjadi sekolah yang tangguh menghadapi Covid-19! Slogan itu juga berlaku di SDN Rangkah I Surabaya.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Endah Imawati
Citizen Reporter
Jangan Kendor, Semprotkan Disinfektan 

Kewaspadaan harus menjadi bagian dari keseharian berkait dengan protokol kesehatan pada masa pandemi ini.

Dalam situasi apa pun, sekolah harus tetap disiapkan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Jangan kendor! Tetaplah menjadi sekolah yang tangguh menghadapi Covid-19! Slogan itu juga berlaku di SDN Rangkah I Surabaya.

Itu terbukti dengan tetap diterapkannya protokol kesehatan dan penyemprotan disinfektan yang dilakukan Sabtu (30/1/2021) oleh dua penjaga sekolah dengan penuh semangat.  

Penyemprotan disinfektan dilakukan di SDN Rangkah I setiap hari seusai jam kerja guru dan karyawan. Itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang mulai marak memakan korban lagi tanpa memandang pangkat, jabatan, dan gologan manusia.

Covid-19 dapat menyerang siapa pun jika lengah sedikit saja. Sebagai salah satu usaha pencegahan covid-19 dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan yang dapat dibuat sendiri.

Agus selaku penjaga sekolah di SDN Rangkah I menjelaskan cara membuat ciran disinfektan. Ia menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat cairan disinfektan, antara lain botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter, bubuk clorida yang didapat dari puskesmas setempat yaitu Puskesmas Rangkah, air bersih, dan tabung penyemprot.

“Cara membuat larutan disinfektan yaitu mencampur larutan clorida dengan air bersih 1,5 liter ke dalam botol bekas air mineral, kemudian dikocok. Itu tidak bisa langsung digunakan dan harus diendapkan semalam,” kata Agus.

Setelah diendapkan semalam maka akan tampak terpisah antara larutan clorida yang mengendap dan air yang bening. Air yang bening dimasukkan pada tabung yang tersedia. Tabung penyemprot yang ada di SDN Rangkah I ada dua, tiap tabung memuat kurang lebih 4,5 liter larutan disinfektan. Jadi biasanya membuat enam botol larutan itu untuk dua tabung.

Kosim selaku penjaga sekolah menambahkan. ”Setelah larutan disinfiktan jadi maka segera dilakukan penyemprotan ke seluruh area SDN Rangkah I seperti ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, seluruh ruang kelas, musala, ruang UKS, laboratorium komputer, perpustakaan, tempat parkir, dan tak lupa pintu gerbang, serta ruang keamanan,” paparnya.

Sabtu itu tak ketinggalan Wido Hari selaku Ketua Gugus Covid-19 SDN Rangkah I Surabaya bergabung.

“Setiap orang yang masuk di area lingkungan SDN Rangkah I Surabaya wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau 3M tanpa terkecuali,” katanya tegas.

Semua guru dan karyawan SDN Rangkah I pun selalu mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan di lingkungan tempat kerja masing-masing. Semua dilakukan demi mencegah penularan Covid-19.

Suratin
Guru SDN Rangkah I Surabaya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved