Breaking News:

Update Listrik Gratis PLN Januari-Maret 2021, Ada Aturan Baru Pembatasan, ini Cara Mendapatkannya

Update atau kabar terbaru listrik gratis PLN bulan Januari-Maret 2021 ada aturan baru soal pembatasan. Begini cara mendapatkannya

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
tangkapan layar
Ilustrasi token listrik gratis PLN. Ada Aturan Baru soal Pembatasan. Update selengkapnya ada di artikel ini 

1. Chat WhatsApp ke 08122-123-123.

2. Masukkan ID pelanggan atau nomor meter, sesuai petunjuk yang muncul.

Silakan masukkan ID pelanggan/nomor meter Anda ya?

3. Token listrik gratis akan ditampilkan pada layar.

Token stimulus Covid 19 Anda XXXX XXXX XXXX XXXX

XXXX sebesar Rp XX.125 untuk bulan November 2020.

4. Token listrik gratis akan muncul.

5. Pelanggan memasukkan token listrik gratis tersebut ke meteran yang sesuai ID pelanggan.

Melalui Website Resmi PLN

1. Akses portal PT PLN (Persero) di www.pln.co.id

2. Pilih 'Stimulus Covid-19 (Token Gratis/Diskon)' atau akses https://stimulus.pln.co.id, klik.

3. Masukkan ID Pelanggan/Nomor Meter pada kolom pencarian.

4. Masukkan kode captcha sesuai gambar di samping kiri.

5. Ketuk 'Cari'.

6. Jika Anda termasuk pelanggan yang berhak mendapatkan gratis/diskon listrik, token listrik gratis akan tampil pada kolom keterangan.

7. Masukkan token tersebut ke kWh meter.

Jutaan Pelanggan di Jatim Nikmati Program Listrik Gratis

PLN sudah menjalankan penetapan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait tarif listrik nonsubsidi atau tariff adjustment untuk periode Januari hingga Maret 2021.

Kementerian ESDM memutuskan 13 golongan pelanggan nonsubsidi tarifnya tetap atau tidak mengalami perubahan.

Hal ini mengacu kepada tarif listrik Pada Triwulan 4  2020 mengalami penurunan setelah tidak ada perubahan tarif sejak  tahun 2015.

"Kami selalu siap menjalankan apa yang telah diputuskan oleh regulator. Dengan tidak naiknya tarif listrik ini harapannya dapat menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi nasional di situasi pandemi Covid-19 ini,” kata Agung Murdifi, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Minggu (10/1/2021).

Selain itu, pemerintah juga menyatakan tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya tidak mengalami perubahan.

Itu mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi yang dihitung secara tiga bulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik.

Tarif listrik pelanggan nonsubsidi untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 sd 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 sd 200 kVA, pelanggan pemerintah dengan daya 6.600 sd 200 kVA, dan penerangan jalan umum tarifnya tetap yakni Rp 1.444,70/kWh.

Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) tarifnya tetap Rp 1.352/kWh.

Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya >200 kVA, dan layanan khusus tarifnya tetap, rerata Rp 1.114,74/kWh. Sedangkan bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya >= 30.000 kVA ke atas tarifnya juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp 996,74/kWh.

Sementara itu, di di Jawa Timur (Jatim) ada sekitar 6 juta pelanggan yang menikmati subsidi listrik pandemi covid 19 ini.

Agung Surana, Senior Manager Niaga & Pelayanan Pelanggan PLN UID Jatim, mengatakan jumlah pelanggan itu berbagi menjadi beberapa.

"Untuk pelambgan rumah tangga penerima stimulus daya 450 VA mencapai 4.849.039 pelanggan," jelas Agung, Sabtu (9/1/2021).

Kemudian jumlah pelanggan rumah tangga penerima stimulus daya 900 VA mencapai 1.155.346.

Selanjutnya jumlah penerima stimulus kategori bisnis daya 450 VA sebanyak 148.030 pelanggan dan industri daya 450 VA sebanyak 88 pelanggan.

"Sehingga total penerima perpanjangan stimulus sebanyak 6.152.503 pelanggan," tandas Agung.(Sri Handi Lestari/Putra Dewangga/Kompas.com/Surya.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved