Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Presiden Joko Widodo Sebut PPKM Tak Efektif, Seperti Ini Kondisi Wabah Covid-19 di Jatim Selama PPKM

Presiden RI Joko Widodo menyebut bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Jawa-Bali tidak efektif

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau vaksinasi Covid-19 di RS Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Senin (1/2/2021). 

Tertinggi, penambahan kasus baru harian di Jatim justru tercapai saat PPKM. Di mana sehari pertambahannya mencapai 1.198 kasus baru. Sedangkan dalam dua hari ini penambahan kasus ada di angka 900 lebih.

Di sisi lain, Jibril menjelaskan, bahwa efektivitas PPKM juga bisa dilihat dalam hal kepatuhan 3M atau perubahan perilaku. Di mana kepatuhan masyarakat meningkat dengan lebih tertib mengenakan masker.

Hal ini selaras dengan hasil penelitian, bahwa kepatuhan masyarakat dalam bermasker dan 3M meningkat jika ada tekanan termasuk peraturan.

Pasalnya, selama PPKM ada sebanyak 2.060.639 orang yang ditegur dalam masa pemberlakuan PPKM di Jawa Timur. Jumlah yang ditegur ini meningkat dibandingkan sebelum PPKM.

Secara persentatif, tingkat kepatuhan 3M tertinggi di Jatim ada di Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Nganjuk. Data tersebut diambil dari laman Bersatu Lawan Covid-19.

Berdasarkan laman tersebut, sebanyak 19 kabupaten/kota di Jatim sudah 91 hingga 100 persen bermasker. Sebanyak 15 kabupaten/kota tingkat kepatuhan bermasker 76-90 persen. Dan 2 kabupaten/kota di Jatim 61 hingga 75 persen.

"Kalau positivity rate menurunnya belum signifikan. Kami masih 15 persen, padahal idealnya 5 persen," kata Jibril.

Selama PPKM, setidaknya ada sebanyak-sebanyaknya 875 pasien Covid-19 yang dijemput oleh Covid-19 Hunter dari isolasi mandiri ke rumah sakit lapangan dan layanan isolasi yang lebih memadai.

"Jadi sebenarnya PPKM sudah ada hasil yang signifikan, termasuk jika dilihat dari BOR isolasi, kepatuhan bermasker yang naik dari 40 persen menjadi 80 persen. Tapi memang beberapa indikator memang perlu dimaksimalkan," kata Jibril.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved