Breaking News:

Liputan Khusus

News Analysis Pakar Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya : Industri yang Sangat Dinamis

Dalam kondisi semacam ini yang menjadi penolong kita adalah wisatawan domestik. Itu yang seharusnya bisa ditangkap teman-teman industri pariwisata

Foto Istimewa
Penerapan protokol kesehatan di lobby Hotel Bumi Surabaya City Resort 

Kemudian mengenai kedisiplinan di hotel menerapkan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE), atau protokol kesehatan (prokes).

Saya amati memang sudah disosialisasikan tentang prokes, tapi kalau turisnya sudah banyak terkadang banyak yang meleset (abai).

Good point adalah mereka sudah belajar mengenai efisiensi.

Misalnya selama tahun 2020 efisiensi sangat kencang diberlakukan oleh teman-teman di perhotelan.

Misalnya penggunaan lampu atau listrik di beberapa area, dan penggunaan AC di beberapa area ruangan. Selama tahun 2020 itu memang banyak pengurangan.

Ketika masuk tahun 2021 perilaku efisiensi itu akan tetap dilakukan oleh rekan-rekan perhotelan.

Walaupun nanti sudah kondisi normal, maka efisiensi akan tetap dilakukan.

Batasannya adalah selama tamu tidak komplain atau tetap nyaman dengan kondisi seperti itu, maka mereka akan tetap melakukan.

Misalnya lampu di beberapa area di lobi tidak dinyalakan dan pengunjung tidak komplain, karena tahu untuk mengurangi potensi penularan di ruangan ber-AC.

Jadi pengunjung itu sudah bisa lebih sadar mengerti dan memahami, dan itu sangat berguna di dunia perhotelan.

Apalagi persoalan untuk tenaga kerja tidak bisa dipungkiri memang selama 2020 banyak hotel yang tutup atau menggunakan istilah tutup sementara.

Ada yang masih buka, dengan karyawan yang dirumahkan sebagian. Jadi separo dirumahkan.

Kemudian yang separo kerja itu hanya bekerja sepaoh jam kerja.

Dengan kondisi efisiensi ini, ketika nanti sudah normal dia akan bertahap untuk mengembalikannya 100 persen. Tapi ini langkah agar bisa bangkit kembali.

Jadi ini adalah suatu optimisme yang diselimuti oleh kenekatan. Mengingat bahwa Show Must Go On.

Sebenarnya ada tiga tipe orang. Tipe ke-1, adalah tipe wisatawan yang tidak kemana-mana.

Selama masa pandemi tidak beraktivitas kemana-mana, pokoknya ada di rumah saja.

Tipe 2, adalah orang yang terlalu sering di rumah karena merasa bosan maka memutuskan untuk keluar, namun sudah menerapkan prokes yang ketat.

Tipe ke-3, adalah tipe wisatawan yang sudah nekat yang sudah tidak peduli ada pandemi, pokoknya tetap liburan.

Mereka mungkin akan membawa alat prokes, namun itu hanya untuk mematuhi peraturan.

Di saat awal-awal pandemi pada kuarter 1 dan 2, tipe ke-1 itu masih mendominasi.

Kuarter 2020, mulai lebaran Agustus-Desember, tipe 2 mulai naik. Jadi orang berani keluar.

Kalau tipe 3 konsisten. Tapi sekarang ini tambah lebih banyak sepertinya. Apalagi muncul vaksin dan sebagainya.

Dari tiga tipe ini, maka yang akan bisa mulai bergerak karena tipe 2 sudah mulai banyak dan tipe 1 mulai berkurang.

Maka potensi perkembangan wisata masih ada peluang untuk menyambut dua tipe itu yang semakin banyak jumlahnya.

Menurut saya, kebijakan konsisten dalam penegakan CHSE.

Ini kan sudah menggunakan dana yang banyak dari pemerintah pusat untuk disosialisasikan ke semua pelaku pariwisata se-Indonesia, ada sertifikasinya juga, ini aja yang ditegakkan.

Artinya bagi semua pengusaha yang buka itu wajib untuk menerapkan itu secara konsisten. Kalau itu dilakukan pasti akan lebih aman.

Saat ini menjadi masalah adalah PKKM tetap dilakukan tapi CHSE-nya tidak diperketat, itu percuma.

Dari pemerintah, diwajibkan melakukan penegakan hukum secara tertib dan konsisten.

Dari teman-teman pengusaha diwajibkan untuk harus konsisten dalam pelaksanaan SOP-nya. Tidak boleh hanya sepi saja ketat. Tapi saat ramai los.

Dari sisi wisatawan, kita seharusnya menjadi traveller yang tipe 2.
Tetap berwisata tapi tetap aware (prokes). Kalau ramai jangan ikut gerombol, cari yang sepi aja.

Jika hal itu dilakukan, maka saya akan optimisme dunia pariwisata bisa jalan, apalagi misalnya dengan kebijakan PKKM tidak diperpanjang. (Luhur Pambudi/Febrianto Ramadani)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved