Liputan Khusus

News Analysis Pakar Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya : Industri yang Sangat Dinamis

Dalam kondisi semacam ini yang menjadi penolong kita adalah wisatawan domestik. Itu yang seharusnya bisa ditangkap teman-teman industri pariwisata

Foto Istimewa
Penerapan protokol kesehatan di lobby Hotel Bumi Surabaya City Resort 

Artinya beberapa industri sudah mulai menyiapkan strategi ke depan mulai menyiapkan strategi ke depan.

Kemarin sebenarnya Bali itu kalau tidak ada tidak ada peraturan mendadak PKKM, diprediksi tinggi sekali okupansinya.

Tapi pada akhirnya muncul peraturan yang cukup mendadak dari Gubernur Bali, sehingga banyak yang cancel.

Kalau kita mengikuti berita kerugian cancel itu sampai kurang lebih Rp 800 miliar. Itu adalah kerugian transaksi cancel perjalanan ke Bali.

Dari situ sebenarnya menandakan kalau pariwisata sudah mulai muncul nadinya. Khususnya pariwisata domestik. Mengapa? karena mau tidak mau perbatasan masih ditutup.

Apalagi Januari juga tambah diperketat. Kalau sebelum Januari itu sebenarnya sudah sudah sebenarnya sudah sudah ada beberapa wisatawan yang sudah mulai masuk. Bisa melakukan kunjungan bisnis. Tapi kalau memang kunjungan visa wisata tidak bisa.

Setelah Januari itu sudah tidak sudah tidak bisa kecuali kunjungan diplomatik politik dan bantuan kemanusiaan.

Dan dalam kondisi semacam ini yang menjadi penolong kita adalah wisatawan domestik.

Itu yang seharusnya bisa ditangkap oleh teman-teman industri pariwisata.

Kalau bicara mengenai optimisme, maka saat ini sudah bukan lagi soal bertahan. Namun ini adalah saatnya untuk menyerang.

Penyerangannya pun juga cukup bervariasi. Ada yang menyerang secara frontal, dan ada juga yang perlahan-lahan, bahkan ada yang masih menunggu situasi.

Apalagi saat ini yang paling kuat adalah muncul vaksin yang sudah mulai didistribusikan. Itu kan juga mampu meningkatkan sentimen positif untuk dunia pariwisata.

Sebenarnya kejadian pandemi ini akan mendatangkan model bisnis baru di dalam dunia destinasi wisata yang berhubungan dengan outdoor. Wisata outdoor akan sangat lebih marak.

Kalau di dunia akomodasi, bila dilihat trennya cenderung melihat pada akomodasi yang menyediakan space yang luas.

Halaman
1234
Sumber: Surya Cetak
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved