Breaking News:

Citizen Reporter

Menulis Artikel Ilmiah di Jurnal

Membuat artikel ilmiah sering dikeluhkan pada guru. Prosedur penulisannya kadang-kadang membuat hampir putus asa di tengah jalan.

Editor: Cak Sur
Istimewa/Pixabay
Ilustrasi jurnal. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Membuat artikel ilmiah sering dikeluhkan pada guru. Prosedur penulisannya kadang-kadang membuat hampir putus asa di tengah jalan. Akan tetapi, selalu ada cara untuk mengatasinya.

Itu yang dilakukan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik. Mereka melaksanakan program Gerakan Literasi jenjang SMA, SMK dan PKLK dengan menyelenggarakan Bimtek Penyusunan Artikel Ilmiah Jurnal se-Kabupaten Gresik pada Kamis (14/1/2021).

Artikel ilmiah, merupakan tulisan ilmiah berbentuk artikel ulasan maupun artikel penelitian dari laporan hasil penelitian yang ditulis kembali oleh para penulisnya. Tulisan itu dipublikasikan dalam jurnal.

Bimtek dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Hadir dua narasumber, yakni Mustakim, Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan dan Syaiful Khafid, Pengawas Sekolah Utama SMA. Pemandunya adalah Mohammad Sholikin dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik.

“Saya mengapresiasi penerbitan jurnal Wahidin sebagai wujud peran serta guru dalam kegiatan literasi. Guru wajib membuat karya tulis ilmiah. Aktivitas menulis untuk guru bukan semata untuk kenaikan pangkat,” demikian kata Puji Astuti, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik dalam sambutannya.

Mustakim memaparkan gaya selingkung jurnal Wahidin. Artikel yang dimuat di jurnal merupakan hasil penelitian dan hasil telaah di bidang pendidikan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

Sistematika artikel hasil penelitian meliputi judul, nama penulis, nama lembaga, surel, abstrak disertai kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, simpulan, saran dan daftar rujukan.

Mustakim mencontohkan Jurnal Namira yang telah terbit beberapa tahun lalu, digawangi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Mustakim salah satu redaksi majalah itu.

“Bapak-Ibu bisa mengirim artikelnya berupa PTK, best practice, PTS, juga bisa hasil telaah bidang pendidikan. Nanti ada pendampingan. Yang kurang sempurna artikelnya dibimbing sampai sempurna dan memperoleh sertifikat,” kata Mustakim.

Syaiful Khalid menjelaskan bahasa artikel ilmiah. Tujuan pelatihan bahasa ini agar peserta mampu mendefinisikan bahasa dalam konteks penulisan artikel, membuat definisi konten artikel dalam bahasa keilmuan, membuat kutipan/referensi, dan menggunakan bahasa yang benar dan baik.

“Bapak dan Ibu harus mampu mengenali virus plagiarisme. Tindakan plagiat sangat tidak terpuji,” tutur Syaiful.

Mereka bersemangat membuat jurnal Wahidin. Dengan terbitnya jurnal itu, ada tambahan jurnal yang dapat menampung karya ilmiah para guru.

“Jurnal ini segera terbit. Tinggal menunggu ISSN. Terbit 4 kali dalam setahun. Dalam satu tahun terdapat 40 artikel,” imbuh Mustakim ketika sesi tanya jawab.

Seluruh peserta yang terdiri atas 100 guru tidak beranjak dari tempat duduk sampai acara selesai. Kegiatan berikutnya adalah peserta membuat artikel sesuai panduan sampai terwujud.

Laili Rusmawaty
Guru SMAN 1 Kebomas, Gresik
lelyazid72@gmail.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved