Breaking News:

Citizen Reporter

Kreasi Sebelum Masuk Tempat Sampah

Sekolah mendorong anak untuk peduli pada lingkungan sekolah dan rumah, mereka juga akan memengaruhi orang tua agar peduli terhadap lingkungan

Editor: Cak Sur
Istimewa
Siswa kelas 2B SDN Sidotopo Wetan 5 Surabaya, sedang mengerjakan tugas keterampilan supaya siswa tidak merasa jenuh dan mereka bisa berkreasi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Membuat karya daur ulang dari bahan botol bekas air mineral, berarti memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang indah dan dapat dimanfaatkan. Lagi pula bahan yang digunakan mudah dicari. Itu bisa memakai botol bekas air mineral yang sudah tidak dipakai dan didaur ulang menjadi pot bunga yang cantik.

Itulah yang dilakukan oleh siswa kelas 2B SDN Sidotopo Wetan 5 Surabaya, dalam tugas daring yang diberikan oleh guru pada Jumat (29/1/2021).

Membuat pot bunga, menjadi tugas materi Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) buku tema 5 kelas 2.

Tugas itu adalah tugas keterampilan, supaya siswa tidak merasa jenuh dan mereka bisa berkreasi.

Seperti biasa, tugas dibagikan melalui grup WhatsApp (WA) orang tua dan dikumpulkan di sekolah melalui koslas alias koordinator kelas.

Semua orang tua bersemangat ketika mengetahui anaknya mendapatkan tugas itu. Anak-anak juga senang karena bisa menghasilkan karya yang bermanfaat.

salah seorang siswa kelas 2B SDN Sidotopo Wetan 5 Surabaya, Mochammad Shofyudin Farqi, mengaku mengerjakan tugas itu dengan bersemangat. Ia didukung orang tuanya untuk menyediakan kebutuhan.

Membuat pot bunga begitu mudah, cukup dengan menggunakan botol bekas air mineral, cat, cutter, kuas dan lem.

Bahan-bahan itu mudah dicari dan tidak harus berbiaya mahal. Guru juga mengingatkan agar berhati-hati saat menggunakan cutter supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Langkah-langkah pembuatannya adalah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan kemudian mengerjakan sesuai petunjuk dari guru,” kata Shofyudin.

Guru kelasnya meminta agar didampingi orang tua pada saat mengerjakan. Guru memberikan memberikan motivasi agar siswa berkreasi untuk menentukan bentuk sendiri. Batas waktu yang diberikan adalah dua hari karena pada saat dikumpulkan cat sudah harus kering.

Tugas itu selain membentuk kreativitas siswa, juga untuk mengajarkan anak agar peduli lingkungan. Barang bekas masih bisa dimanfaatkan sebelum berakhir di tempat sampah. Jika orang dewasa di RT dan RW di Surabaya bersemangat memanfaatkan barang-barang bekas hingga menjadi benda yang bisa dimanfaatkan, itu juga harus ditularkan kepada anak.

Anjuran dari Pemkot Surabaya untuk menjaga lingkungan dimulai dari sekolah. Sekolah mendorong anak untuk peduli pada lingkungan sekolah dan rumah. Dengan demikian, mereka juga akan memengaruhi orang tua agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Hasanah
Guru SDN Sidotopo Wetan 5 Surabaya
buhasanah12@gmail.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved