Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

BOR Isolasi Covid-19 Jatim Menurun di PPKM Jilid 2, Gubernur Minta Tambah Kapasitas Ruang Perawatan

Bed Occupancy Rate (BOR) ruang rawat isolasi pasien Covid-19 di Jatim menurun cukup signifikan memasuki PPKM jilid kedua

Humas Pemprov Jatim
Tren BOR Covid-19 di Jawa Timur Selama PPKM. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bed Occupancy Rate (BOR) ruang rawat isolasi pasien Covid-19 di Jatim menurun cukup signifikan memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid kedua, Jumat (29/1/2021).

Pasalnya per hari ini, BOR ruang isolasi di Jawa Timur ada di angka 62 persen. Angka ini menurun cukup signifikan. Padahal sebelum diberlakukan PPKM jilid pertama, ruang isolasi biasa di rumah sakit-rumah sakit perawatan pasien Covid-19 sudah mencapai angka mengkhawatirkan, yaitu 90 persen.

Sedangkan untuk ruang perawatan ICU masih cenderung naik turun beberapa hari belakangan. Di mana per hari Jumat (29/1/2021) ini, BOR ruang rawat ICU pasien Covid-19 ada di angka 70 persen. Angka ini memang menurun dibandingkan sebelum diterapkan PPKM, di mana angka ada di posisi 76 persen.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur, Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, bahwa kondisi BOR ini berkorelasi dengan pertumbuhan kasus baru orang terpapar Covid-19.

"Angkanya yang tampak signifikan memang penurunan pada ruang isolasi biasa," kata Jibril, Jumat (29/1/2021).

Sebagaimana diketahui, per hari ini ada sebanyak 1.006 tambahan kasus baru warga Jatim yang terpapar Covid-19. Sehingga jumlah kumulatif kasus Covid-19 Jatim mencapai 111.109 kasus.

"Terbanyak penyumbang kasus baru hari ini adalah Kabupaten Trenggalek, ada sebanyak 104 orang. Kemudian disusul dengan Kabupaten Blitar sebanyak 62 orang, dan Kota Malang sebanyak 57 orang. Itu tiga daerah penyumbang kasus baru terbanyak," kata Jibril.

Sedangkan hari ini juga ada tambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia cukup banyak, yaitu 52 orang. Sehingga kumulatif kasus Covid-19 meninggal dunia ada sebanyak 7.691 orang. Dengan persentase kasus meninggal sebesar 6,92 persen.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawasan mendorong agar masing-masing daerah di Jawa Timur terus menambah kapasitas ruang perawatan baik isolasi biasa maupun ICU untuk pasien covid.

Hal itu bahkan dimasukkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 188/34/KPTS/013/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 yang diterbitkan tanggal 26 Januari 2021.

Perpanjangan PPKM mulai berlaku pada tanggal 26 Januari 2021, hingga dengan tanggal 8 Februari 2021.

Selama PPKM, KHofifah juga meminta, agar seluruh bupati/wali kota mengintensifkan lagi peningkatan ruang ICU dan juga ruang isolasi perawatan pasien Covid-19.

"Kembali saya ingatkan untuk terus menjaga protokol kesehatan demi kebaikan dan keselamatan kita bersama di masa pandemi Covid-19 ini. Semoga pengorbanan kita ini tidak sia-sia dan angka kasus positif Covid-19 bisa terus menurun, aamiin," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved