Breaking News:

Ajinomoto Indonesia Konsisten Berkontribusi Atasi Permasalahan Gizi

Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari setiap tahunnya selalu menjadi momentum untuk mengentaskan permasalahan gizi di Indonesia.

foto: ajinomoto
Kegiatan program SLP yang digelar Ajinomoto Indonesia bersama IPB Bogor di salah satu ponpes. Foto diambil sebelum pandemi covid -19. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari setiap tahunnya selalu menjadi momentum untuk mengentaskan permasalahan gizi di Indonesia.

Namun, faktanya hingga kini permasalahan gizi seperti stunting, wasting, obesitas, dan kurangnya konsumsi zat gizi mikro sehingga berujung pada anemia, selalu menjadi permasalahan gizi utama.

PT Ajinomoto Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung asupan nutrisi dengan gizi seimbang untuk seluruh masyarakat.

Perusahaan yang salah satu pabriknya berada di Mojokerto tersebut, turut berkontribusi dalam momentum Hari Gizi Nasional 2021 yang mengangkat tema “Remaja Sehat, Bebas Anemia”, yang diusung oleh Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

"Pada tahun ini, kami turut mensponsori rangkaian acara Hari Gizi Nasional 2021 tersebut," kata Katarina Larasati, Public Relations Manager Ajinomoto Indonesia, Jumat (29/1/2021).

Sementara itu, bentuk kontribusi lainnya, yang telah berjalan dalam beberapa tahun lalu dan konsisten dilakukan hingga kini dalam mengatasi permasalahan gizi adalah dengan inisiasi School Lunch Program (SLP).

“Untuk mengatasi permasalahan gizi, kami mengambil pendekatan holistik. Bermitra dengan IPB, kami memprakarsai SLC untuk menyediakan makan siang dengan gizi seimbang untuk para santri di pesantren di Bogor," ungkap Katarina.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan edukasi tentang nutrisi yang tepat, (Pola Hidup Bersih Sehat) PHBS, dan pentingnya olahraga.

Adanya momen Hari Gizi Nasional pada 25 Januari lalu  diharapkan juga menjadi pengingat bagi semua bahwa permasalahan gizi anak di Indonesia masih ada.

"Kami berharap program ini tidak hanya merubah status gizi anak-anak Indonesia menjadi lebih baik, namun PHBS mereka juga ikut lebih baik, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” ungkap Katarina.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved