Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Jatim Dapat 122.120 Dosis Vaksin Covid-19, Distribusi Termin Dua Sudah Sampai di Ruang Dingin Dinkes

Hari Rabu (27/1/2021) ini, Provinsi Jawa Timur kembali menerima vaksin Sinovac sebanyak 122.120 dosis.

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
Vaksin Covid-19 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Distribusi vaksin Covid-19 termin dua tahap pertama untuk Jawa Timur sudah tiba. Setelah sebelumnya vaksin diterima sebanyak 77.760 dosis, hari Rabu (27/1/2021) ini, Jatim kembali menerima vaksin Sinovac sebanyak 122.120 dosis.

Kini, ratusan ribu dosis vaksin tersebut tengah disimpan di cool room Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk kemudian didistribusikan ke daerah-daerah di Jatim.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa datangnya dosis vaksin ini akan segera didistribusikan dalam waktu tiga hari. Dengan begitu percepatan vaksinasi di Jatim akan mulai dijalankan.

"Kami ingin ada percepatan, jadi vaksin datang, kami akan distribusikan dalam waktu tiga hari ini. Sasarannya ke 38 kabupaten/kota di Jatim," kata Khofifah, Rabu (27/1/2021).

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa pelaksanaan vaksinasi di Jatim terus dilakukan dengan perbaikan dari waktu ke waktu. Ia mencontohkan dari vaksinasi di tahap pertama di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupate Gresik memang ditemui beberapa kendala.

Misalnya saja ada beberapa SOP yang masih harus dijelaskan kepada vaksinator. Sehingga harus ada penjelasan sampai benar-benar jelas sebelum memberikan vaksinasi.

"Semoga vaksinasi bisa berjalan lancar, sehingga kekebalan komunal di masyarakat bisa segera terbentuk dan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir," pungkas Khofifah.

Sehingga pada distribusi termin kedua tahap pertama kali ini akan terus dimaksimalisasi. Dengan sasaran tetap tenaga kesehatan dan pejabat untuk memberikan teladan.

Di sisi lain, Kepala Dinkes Jatim, Herlin Ferliana menyampaikan bahwa jumlah vaksin yang didistribusikan ke masing-masing kabupaten/kota telah ditentukan oleh pemerintah pusat dengan mempertimbangkan proporsi jumlah SDM kesehatan.

Selain itu juga pertimbangan kesediaan ruang pendingin dan juga kemampuan vaksinator.

"Karena sistemnya satu data. Jadi jumlah SDM kesehatan juga yang menentukan pusat, jadi yang menentukan jatah juga pusat. Kami akan segera distribusikan dan begitu ada tambahan alokasi lagi dari Kemenkes RI, maka akan sesegera mungkin akan kami distribusikan dalam waktu dekat," tegas Herlin.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved