Breaking News:

Di Tengah Pandemi, Owner Bohemian Cafe Merasa Diringankan Karena Restrukturisasi

Di tengah pandemi, pelaku UMKM terbantu oleh restrukturisasi kredit yang diberikan oleh perbankan. Salah satunya adalah pemilik kedai kopi di Malang

ist/google maps by galih riatma
Suasana di Bohemian Cafe, Jl Manggis 2, kota Malang 

Tahun 2019 dipakai Gita Adi Tamtama (35) dan dua kawannya untuk mengembangkan ulang konsep kafe yang mereka bangun sejak 2016. Untuk mewujudkannya, tiga owner Bohemian Cafe ini mengajukan pinjaman ke Bank. Namun saat pinjaman sudah cair dan dialokasikan, tiba-tiba pandemi covid-19 dimulai.

SURYA.co.id | MALANG - Bisnis kedai kopi di Kota Malang tumbuh sporadis beberapa tahun belakangan. Hampir di setiap kawasan, terdapat kedai kopi dengan konsepnya masing-masing.

Bohemian Cafe di Jl Manggis no.2, kota Malang, adalah salah satu kedai kopi yang turut bersaing di bisnis ini. Kafe ini dibangun oleh tiga sekawan: Gita Adi Tamtama, Ridwan Rismanto, serta Dani Bradawijaya.

Gita Adi Tamtama yang akrab dipanggil Atam mengatakan, Bohemian Cafe berdiri pada April 2016. Semua bermula dari pertemuannya dengan 2 kawan semasa sekolah.

“Ridwan itu teman SMP, kalau Dani teman SMA dan teman nge-band. Kami patungan bikin Bohemian ini,” ujar Atam, Selasa (19/1/2021).

Atam mengatakan, berdirinya Bohemian Cafe seakan didukung oleh semesta. Bagaimana tidak, ketika sedang membicarakan gagasan tentang kafe yang hendak dibangun bersama, mereka mendapat tawaran sewa tempat yang cukup strategis di jl Manggis.

“Pokoknya semua serba ketepakan (kebetulan). Mulai dari ketemu teman SMP, lalu ada tawaran tempat yang strategis,” sambungnya.

Alumni Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya ini menyebutkan, di awal-awal beroperasi, Bohemian merugi. Biaya yang harus mereka keluarkan, lebih besar dari pemasukan. Namun di bulan kedelapan, ada laba yang bisa dibagikan meski tak banyak.

“Baru pada akhir 2018 bisa balik modal,” ujar penghobi fotografi tersebut.

Persaingan yang luar biasa dalam bisnis kedai kopi di Kota Malang membuat Atam dan dua rekannya harus memutar otak membangun konsep yang baru. Mereka tak lagi bisa mengunggulkan specialty coffee mengingat kedai-kedai kopi lainnya juga melakukan hal yang sama.

Halaman
12
Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved