Breaking News:

Berita Tulungagung

Terimbas PPKM, Pemilik Warkop Curhat ke Satgas Tulungagung : Banyak Orang Ngopi Kok Disuruh Tutup

Agus mengaku sudah paham, jika ada jam malam yang diberlakukan sejak Tulungagung masuk zona merah.

surya/david yohanes
Tiga pemilik warung kopi berdialog dengan petugas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Selasa(26/1/2021). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Adanya jam malam atau PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Aktifitas Masyarakat) yang ditetapkan akibat masih meluasnya pandemi Covid-19 di Tulungagung, membuat para pengusaha kecil menjerit.

Selasa (26/1/2021), tiga orang pemilik warung kopi (warkop) sampai mendatangi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung.

Intinya, mereka curhat dan keberatan dengan jam malam atau PPKM yang terlalu sore. Sebelumnya mereka mendapat teguran karena kedapatan tetap membuka warkopnya sampai pukul 22.00 WIB. Padahal satgas memberlakukan jam malam mulai pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Agus Tomo (65), salah satu pemilik warkop yang dipanggil ke Posko Satgas, mengaku buka di atas jam malam. Hal ini dilakukan untuk menambah penghasilannya yang tidak menentu di masa pandemi.

"Sebenarnya saya buka sejak pagi. Tetapi kalau siang kan sepi, orang baru ramau ngopi saat malam," ucap warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu ini.

Agus mengaku sudah paham, jika ada jam malam yang diberlakukan sejak Tulungagung masuk zona merah. Namun pelanggaran ini dilakukan karena pendapatannya turun drastis.

Padahal sebelum pandemi Agus mengaku mendapatkan penghasilan kotor Rp 500.000 per hari. "Penghasilan kotor segitu plus rokok. Jadi saya sudah tidak mikir beli rokok," ungkapnya.

Kini setelah pandemi, Agus mengaku hanya mendapat penghasilan kotor Rp 100.000 sampai Rp 300.000 per hari. Menurutnya, pemberlakuan jam malam mulai pukul 20.00 WIB terlalu sore.

Bagi para pemilik warkop, jam malam setidaknya dimulai pukul 22.00 WIB atau 23.00 WIB. Dengan demikian para pelaku usaha kecil seperti dirinya mempunyai waktu lebih lama untuk mengais rezeki.

"Pas waktu ramai kami malah tutup karena jam malam. Paling pas ditutup memang pukul 22.00 WIB atau 23.00 WIB," tandasnya.

Karena ketiga pemilik warkop itu memang ingin curhat, maka petugas satgas hanya terdiam, mendengarkan dan manggut-manggut. Tetapi tidak diketahui apa yang kemudian disampaikan petugas. ****

Penulis: David Yohanes
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved